HOME  ⁄  Ekonomi

Pupuk Indonesia Kembangkan Teknologi Penangkapan Karbon di Gresik, Targetkan Dekarbonisasi Industri Pupuk

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pupuk Indonesia Kembangkan Teknologi Penangkapan Karbon di Gresik, Targetkan Dekarbonisasi Industri Pupuk
Foto: (Sumber :Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (lima dari kiri), Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (empat dari kiri) dan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (kiri) berfoto usai meninjau meninjau perkembangan proyek percontohan (pilot project) teknologi CCU, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Petrokimia Gresik.)

Pantau - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen memperkuat pengembangan teknologi dekarbonisasi melalui proyek percontohan penangkapan dan pemanfaatan karbon atau Carbon Capture and Utilization (CCU) di Petrokimia Gresik, Jawa Timur, untuk mendukung transformasi industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan proyek tersebut telah menunjukkan keberhasilan pembuktian konsep atau proof of concept yang membuka peluang pengembangan teknologi menuju skala komersial.

Pengembangan teknologi CCU dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc.

Rahmad menyampaikan bahwa perusahaan akan terus mendukung penerapan teknologi pengurangan emisi sesuai arahan pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya dekarbonisasi sebagaimana diarahkan dan diberikan instruksi oleh Kementerian Perindustrian,” ujar Rahmad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Proyek CCU Petrokimia Gresik Berpeluang Dikembangkan Secara Komersial

Rahmad menjelaskan bahwa hasil proyek percontohan teknologi CCU di Petrokimia Gresik menjadi dasar untuk mempertimbangkan pengembangan pada skala yang lebih besar.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk menangkap karbon dari proses industri dan memanfaatkannya kembali sehingga berpotensi mengurangi emisi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Meski telah menunjukkan pembuktian konsep, penerapan teknologi pada skala komersial masih memerlukan evaluasi lanjutan.

Menurut Rahmad, pengembangan tersebut harus mempertimbangkan hasil pengujian teknologi dan kelayakan ekonomi.

Evaluasi diperlukan agar investasi serta penerapan teknologi CCU dapat memberikan manfaat optimal bagi industri pupuk nasional.

Pupuk Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian atas dukungan dan arahan dalam pengembangan teknologi tersebut.

Menperin Sebut Petrokimia Gresik Berpotensi Jadi Pelopor Teknologi CCU

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai Petrokimia Gresik berpotensi menjadi pelopor penerapan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji saat meninjau perkembangan proyek percontohan CCU di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

"Proyek percontohan CCU di Petrokimia Gresik merupakan langkah penting dalam pengembangan industri hijau nasional," kata Sarmuji.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut berpotensi mendukung pengurangan emisi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari karbon yang dihasilkan dalam proses industri.

Sarmuji berharap hasil proyek percontohan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi serupa pada sektor industri lainnya.

“Ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan Carbon Capture and Utilization. Ini akan kita sebarluaskan karena proyek percontohan ini menghasilkan manfaat yang besar,” ujar Sarmuji.

Pengembangan teknologi CCU menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional menuju kegiatan produksi yang lebih berkelanjutan.

Petrokimia Gresik Catat Pengurangan Emisi Hampir 400 Ribu Ton CO₂

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek CCU sejalan dengan berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan.

Petrokimia Gresik terus mengembangkan upaya pengurangan emisi melalui efisiensi operasional, inovasi teknologi, dan pengelolaan lingkungan.

Perusahaan juga memiliki peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Hingga 2025, Petrokimia Gresik mencatat pengurangan emisi gas rumah kaca hampir 400 ribu ton setara karbon dioksida atau CO₂e melalui berbagai program dekarbonisasi.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan industri.

Kolaborasi Diharapkan Perkuat Daya Saing Industri Hijau

Daconi menyampaikan bahwa pengembangan industri yang lebih ramah lingkungan membutuhkan penerapan inovasi dan peningkatan efisiensi secara berkelanjutan.

Petrokimia Gresik menjadi lokasi proyek percontohan CCU yang dikembangkan bersama Kementerian Perindustrian dan UWin Resources Regeneration Inc.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan teknologi yang memungkinkan penerapan lebih luas pada kegiatan industri.

"Kami berharap kolaborasi ini turut mendorong industri nasional yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing," ujar Daconi.

Pupuk Indonesia menegaskan bahwa keputusan pengembangan teknologi CCU menuju skala komersial akan didasarkan pada hasil evaluasi teknis dan kelayakan ekonomi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026