
Pantau - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar putaran keenam jajak pendapat informal untuk menentukan calon Sekretaris Jenderal PBB berikutnya pada Jumat (16/10/2026), dengan tujuh kandidat masih bersaing menggantikan Antonio Guterres.
Pemungutan suara berlangsung secara tertutup dan hasilnya tidak diumumkan kepada publik.
Perwakilan Tetap Yunani untuk PBB, Aglaia Balta, membenarkan bahwa proses pemungutan suara pendahuluan telah dilaksanakan.
"Putaran keenam jajak pendapat informal telah berlangsung," kata Balta kepada wartawan setelah pemungutan suara.
Yunani saat ini memegang jabatan presidensi bergilir Dewan Keamanan PBB untuk Oktober 2026.
DK PBB Gelar Jajak Pendapat Keenam Secara Tertutup
Balta menjelaskan bahwa hasil jajak pendapat akan disampaikan kepada masing-masing kandidat melalui perwakilan tetap negara anggota PBB yang mencalonkan mereka.
Selain itu, Presiden Majelis Umum PBB akan menerima pemberitahuan mengenai pelaksanaan pemungutan suara tersebut.
"Presiden Majelis Umum PBB juga akan diberi tahu bahwa jajak pendapat tersebut telah dilaksanakan," kata Balta.
Jajak pendapat informal merupakan bagian dari proses penilaian dukungan terhadap kandidat Sekretaris Jenderal PBB.
Melalui mekanisme tersebut, anggota Dewan Keamanan dapat menyampaikan sikap terhadap setiap kandidat sebelum menentukan calon yang akan direkomendasikan kepada Majelis Umum.
Hasil pemungutan suara pendahuluan tidak diumumkan secara resmi karena proses berlangsung tertutup.
Calon Sekjen PBB Harus Kantongi Minimal Sembilan Suara
Dalam mekanisme jajak pendapat informal, setiap anggota Dewan Keamanan menerima satu surat suara untuk masing-masing kandidat.
Surat suara tersebut memuat tiga pilihan sikap, yakni:
- Mendukung: Menyatakan dukungan terhadap kandidat.
- Tidak mendukung: Menyatakan penolakan terhadap kandidat.
- Tidak menyatakan pendapat: Tidak memberikan dukungan maupun penolakan.
Untuk memperoleh rekomendasi Dewan Keamanan, seorang kandidat harus mendapatkan sedikitnya sembilan suara mendukung.
Selain memenuhi jumlah dukungan tersebut, kandidat tidak boleh memperoleh suara penolakan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan.
Kelima anggota tetap tersebut adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis.
Ketentuan itu menjadi faktor penting dalam menentukan kandidat yang dapat melanjutkan proses pemilihan melalui Majelis Umum PBB.
Tujuh Kandidat Masih Bersaing Jadi Sekjen PBB
Sebanyak tujuh kandidat masih mengikuti proses seleksi untuk menggantikan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB.
Para kandidat berasal dari sejumlah negara dengan latar belakang pemerintahan, diplomasi, dan organisasi internasional.
Berikut daftar tujuh kandidat Sekretaris Jenderal PBB yang masih bersaing:
Ivonne A-Baki (Ekuador) — Mantan menteri dan diplomat Ekuador.
Maria Fernanda Espinosa (Ekuador) — Mantan Presiden Majelis Umum PBB serta mantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Ekuador.
Rafael Grossi (Argentina) — Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Rebeca Grynspan (Kosta Rika) — Mantan Wakil Presiden Kosta Rika dan Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).
Olara Otunnu (Uganda) — Mantan pejabat tinggi PBB dengan jabatan under-secretary-general.
Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana) — Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB.
Macky Sall (Senegal) — Mantan Presiden Senegal.
Ketujuh kandidat tersebut masih menjalani proses penilaian dukungan di Dewan Keamanan sebelum penentuan calon yang akan direkomendasikan kepada Majelis Umum.
Sekjen PBB Baru Dijadwalkan Menjabat pada Januari 2027
Proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Antonio Guterres.
Guterres dijadwalkan menyelesaikan masa jabatannya pada akhir Desember 2026.
Sekretaris Jenderal PBB yang baru dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027.
Sebelum penunjukan tersebut, Dewan Keamanan harus menentukan kandidat yang memperoleh dukungan sesuai ketentuan pemilihan.
Kandidat yang direkomendasikan Dewan Keamanan selanjutnya akan diajukan kepada Majelis Umum PBB untuk ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal berikutnya.
Hingga putaran keenam jajak pendapat informal berlangsung, belum ada pengumuman resmi mengenai kandidat yang akan direkomendasikan untuk menggantikan Guterres.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




