
Pantau - Tentara Yaman mengklaim berhasil merebut sejumlah lokasi strategis dari kelompok Houthi di wilayah timur Kegubernuran Marib, sekaligus melumpuhkan lebih dari 430 personel Houthi dalam operasi militer selama 24 jam.
Dalam pernyataan pada Jumat (16/10/2026), militer Yaman menyebut pasukannya berhasil memperluas penguasaan wilayah setelah menembus sejumlah posisi pertahanan Houthi.
Tentara Yaman juga mengklaim terus meningkatkan tekanan militer terhadap kelompok tersebut di sejumlah garis pertempuran.
Operasi itu merupakan bagian dari upaya pemerintah Yaman merebut kembali wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.
Tentara Yaman Klaim Kuasai Posisi Strategis di Marib
Militer Yaman mengumumkan kemajuan terbaru di garis pertempuran timur Kegubernuran Marib setelah pasukannya memperluas penetrasi ke wilayah yang dikuasai Houthi.
Dalam operasi tersebut, pasukan pemerintah mengklaim berhasil mengambil alih sejumlah lokasi yang dinilai strategis.
Tentara Yaman juga menyatakan terus melemahkan kemampuan militer Houthi di garis pertempuran selatan dan barat.
Namun, pihak militer tidak menjelaskan secara terperinci lokasi baru yang berhasil direbut di kedua wilayah tersebut.
Selain menguasai sejumlah posisi, militer Yaman mengklaim telah menetralkan lebih dari 430 personel Houthi dalam waktu 24 jam.
Pasukan pemerintah juga mengaku menghancurkan atau melumpuhkan lebih dari 100 kendaraan dan aset militer milik kelompok tersebut.
Klaim mengenai jumlah personel dan peralatan militer yang dilumpuhkan itu belum disertai verifikasi independen dalam laporan yang tersedia.
Militer Yaman Lancarkan Tiga Serangan Udara di Taiz
Selain di Marib, tentara Yaman melaporkan operasi militer terhadap posisi kelompok Houthi di wilayah Taiz.
Poros Militer Taiz yang berafiliasi dengan tentara Yaman menyampaikan perkembangan tersebut melalui pernyataan di Facebook.
Menurut pernyataan itu, pesawat militer Yaman melancarkan tiga serangan udara terhadap sejumlah posisi Houthi di kawasan Al-Dhabab, sebelah barat Taiz.
Serangan tersebut menargetkan tiga lokasi, yakni:
- Pos pemeriksaan Al-Hangar.
- Perbukitan Al-Maqbaba.
- Perbukitan Al-Kamil.
Ketiga lokasi tersebut disebut sebagai posisi kelompok Houthi yang menjadi sasaran operasi militer pemerintah.
Serangan udara itu berlangsung di tengah meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi.
Tentara Yaman Sebelumnya Klaim Pukul Mundur Serangan Houthi
Sebelum mengumumkan kemajuan di Marib, tentara Yaman juga mengklaim berhasil menggagalkan serangan berskala besar kelompok Houthi di Taiz.
Bentrokan sengit antara kedua pihak dilaporkan berlangsung selama hampir delapan jam.
Sedikitnya 16 petempur dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.
Militer Yaman menyatakan pasukannya berhasil memukul mundur serangan Houthi setelah pertempuran berlangsung.
Rangkaian bentrokan itu merupakan bagian dari operasi militer pemerintah yang diberi nama Dawn of Yemen atau Fajar Yaman.
Operasi tersebut diluncurkan pada awal Oktober 2026 untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Salah satu sasaran operasi adalah ibu kota Yaman, Sanaa, yang telah berada di bawah kendali Houthi sejak 2014.
Konflik Yaman Kembali Memanas Setelah Gencatan Senjata Runtuh
Yaman telah menghadapi konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014.
Penguasaan wilayah tersebut memicu konflik dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pada 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman.
Pertempuran antara kedua pihak terus berlangsung dalam beberapa tahun berikutnya, meskipun berbagai upaya penghentian konflik telah dilakukan.
Gencatan senjata yang disepakati pada 2022 sempat menjadi bagian dari upaya meredakan konflik.
Namun, eskalasi terbaru dilaporkan dimulai pada Juli 2026 setelah kesepakatan gencatan senjata tersebut runtuh.
Sejak itu, pertempuran kembali meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Marib dan Taiz.
Operasi Fajar Yaman yang diluncurkan pemerintah pada awal Oktober menjadi bagian dari perkembangan terbaru konflik tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada keterangan mengenai tanggapan kelompok Houthi terhadap klaim keberhasilan operasi militer pemerintah Yaman di Marib dan Taiz.
- Penulis :
- Aditya Yohan




