HOME  ⁄  Geopolitik

Dubes Yaman Dukung Operasi Militer Fajar Yaman untuk Rebut Wilayah Houthi dan Pulihkan Stabilitas Negara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dubes Yaman Dukung Operasi Militer Fajar Yaman untuk Rebut Wilayah Houthi dan Pulihkan Stabilitas Negara
Foto: Duta Besar Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh berbicara dalam kunjungan ke Kantor Berita ANTARA, di Jakarta, Selasa 20/10/2026 (sumber: ANTARA/Katriana)

Pantau - Duta Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Yaman Rashad Muhammad Al-Alimi melancarkan operasi militer Fajar Yaman untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi dan memulihkan kewenangan pemerintah resmi Yaman.

Dubes Salem menilai keputusan tersebut merupakan langkah tepat untuk mengembalikan kendali pemerintah atas wilayah yang berada di bawah penguasaan Houthi sekaligus memulihkan fungsi lembaga-lembaga negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Salem saat melakukan kunjungan ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Selasa.

"Keputusan Presiden Yaman Dr. Rashad Muhammad Al-Alimi untuk melancarkan serangan militer atas nama Fajar Yaman adalah keputusan yang sangat tepat," kata Dubes Salem.

Menurutnya, operasi militer tersebut memiliki sejumlah tujuan utama, termasuk mengembalikan wilayah yang dikuasai Houthi ke bawah kendali pemerintahan resmi Yaman.

Selain memulihkan kendali wilayah, pemerintah Yaman juga berupaya memastikan seluruh persenjataan berada di bawah kewenangan pemerintah yang sah sebagai bagian dari pemulihan keamanan negara.

Operasi Fajar Yaman Ditujukan untuk Memulihkan Kendali Pemerintah

Dubes Salem menjelaskan bahwa operasi militer Fajar Yaman berkaitan dengan upaya pemerintah resmi Yaman mengakhiri penguasaan wilayah oleh kelompok Houthi yang berlangsung di tengah konflik berkepanjangan.

Pengembalian kendali wilayah dinilai penting agar lembaga-lembaga negara dapat kembali menjalankan fungsi pemerintahan secara efektif.

Pemerintah Yaman juga berupaya mengembalikan kewenangan negara dalam pengelolaan keamanan, termasuk memastikan persenjataan berada di bawah kendali institusi resmi.

Menurut Salem, langkah tersebut tidak dapat dipisahkan dari perkembangan konflik Yaman yang belum mencapai penyelesaian meskipun berbagai upaya perdamaian telah dilakukan.

Ia menyoroti pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata pada 2022 yang menurutnya tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan.

Salem menuding kelompok Houthi justru menggunakan periode gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan militernya dibandingkan mendorong penyelesaian konflik melalui perundingan.

Menurutnya, kelompok tersebut melakukan perekrutan anggota baru, mengumpulkan amunisi, dan meningkatkan kesiapan militer selama berlangsungnya periode gencatan senjata.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah Yaman memandang perlunya langkah lebih lanjut untuk mengembalikan kendali atas wilayah yang masih berada di bawah penguasaan Houthi.

Dubes Yaman Sebut Upaya Perdamaian PBB Belum Berhasil Akhiri Konflik

Di tengah keputusan melancarkan operasi militer, Dubes Salem menyatakan bahwa pemerintah resmi Yaman sebelumnya telah melakukan berbagai upaya kompromi untuk mengakhiri konflik.

Upaya tersebut mencakup dukungan terhadap sejumlah inisiatif perdamaian yang melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui mekanisme diplomasi internasional.

Menurut Salem, pemerintah Yaman telah menunjukkan kesediaan untuk mendukung proses perdamaian melalui berbagai pendekatan dan perundingan.

Namun, ia menilai berbagai upaya kompromi dan inisiatif perdamaian tersebut belum menghasilkan penyelesaian konflik sesuai harapan.

Salem mengaitkan belum tercapainya penyelesaian konflik dengan tindakan kelompok Houthi yang menurutnya terus memperkuat posisi dan kemampuan militernya.

Ia berpandangan bahwa kondisi tersebut menghambat upaya pemulihan keamanan dan pengembalian kewenangan pemerintah resmi Yaman.

Meski demikian, pernyataan Salem mengenai tindakan kelompok Houthi merupakan penilaian dari pihak pemerintah Yaman dalam konflik yang masih berlangsung.

Masyarakat Internasional Diminta Ambil Langkah Konkret

Dubes Salem meminta masyarakat internasional memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan konflik dan kondisi keamanan di Yaman.

Menurutnya, respons internasional terhadap konflik tersebut tidak seharusnya terbatas pada penyampaian kecaman terhadap situasi yang terjadi.

Ia menilai masyarakat internasional perlu mengambil langkah konkret untuk mendukung pemulihan stabilitas dan keamanan Yaman.

Dukungan tersebut dianggap penting untuk membantu pemerintah resmi Yaman mengembalikan kewenangannya atas wilayah yang masih berada di luar kendali pemerintah.

Selain pemulihan keamanan, keterlibatan internasional juga diharapkan dapat memperkuat kembali fungsi lembaga-lembaga pemerintahan yang terdampak konflik berkepanjangan.

Salem menekankan bahwa pemulihan stabilitas Yaman membutuhkan perhatian internasional karena dampak konflik tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri.

Menurutnya, perkembangan keamanan Yaman memiliki keterkaitan dengan kepentingan negara-negara lain, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan dan aktivitas ekonomi internasional.

Stabilitas Yaman Dinilai Penting bagi Keamanan Perdagangan Dunia

Dubes Salem menegaskan bahwa stabilitas keamanan Yaman memiliki kepentingan strategis yang lebih luas daripada sekadar persoalan domestik negara tersebut.

Ia menyoroti posisi geografis Yaman yang berada di kawasan penting bagi jalur pelayaran dan perdagangan internasional.

Letak geografis tersebut menjadikan kondisi keamanan Yaman berkaitan erat dengan kelancaran aktivitas perdagangan yang menghubungkan berbagai kawasan dunia.

Menurut Salem, gangguan keamanan di Yaman berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas pelayaran internasional dan kepentingan ekonomi negara-negara lain.

Karena itu, ia menilai stabilitas Yaman tidak hanya penting bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan perekonomian global.

Salem berpandangan bahwa masyarakat internasional memiliki kepentingan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan dan penguatan institusi pemerintahan Yaman.

Ia kembali menekankan pentingnya pengembalian kendali pemerintah resmi atas wilayah yang dikuasai kelompok Houthi sebagai bagian dari upaya pemulihan kewenangan negara.

Pemerintah Yaman melalui operasi Fajar Yaman berupaya memulihkan kendali wilayah dan fungsi lembaga negara, sementara Dubes Salem menilai dukungan internasional diperlukan untuk membantu menciptakan stabilitas keamanan yang lebih luas.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026