HOME  ⁄  Geopolitik

Menhan AS Pete Hegseth Pastikan Penyelidikan Serangan Sekolah Putri di Iran Berlanjut, Lebih dari 170 Orang Tewas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menhan AS Pete Hegseth Pastikan Penyelidikan Serangan Sekolah Putri di Iran Berlanjut, Lebih dari 170 Orang Tewas
Foto: (Sumber :Arsip foto - Warga Iran berkumpul di pemakaman untuk memperingati para korban, sebagian besar anak-anak, yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan, Iran (20/3/2026). ANTARA/Anadolu-Hassan Ghaedi/pri..)

Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan penyelidikan atas serangan terhadap sebuah sekolah putri di Distrik Minab, Iran selatan, yang menewaskan lebih dari 170 orang masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth kepada wartawan pada Selasa (20/10/2026), menyusul perhatian terhadap serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 saat AS memulai operasi militer terhadap Iran.

Sebagian besar korban tewas dalam serangan tersebut dilaporkan merupakan anak-anak.

Pentagon Belum Tetapkan Waktu Pengumuman Hasil Penyelidikan

Hegseth menegaskan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon masih melakukan penyelidikan terhadap serangan mematikan di sekolah tersebut.

"Penyelidikan masih berlangsung dan ketika waktunya tiba untuk merilisnya, kami akan melakukannya," kata Hegseth kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan belum diumumkan kepada publik.

Sebelumnya, pada Minggu (18/10/2026), Bloomberg melaporkan bahwa pejabat militer AS berencana memublikasikan laporan mengenai serangan tersebut setelah pemilihan anggota Kongres AS.

Namun, laporan itu juga menyebut kemungkinan hasil penyelidikan diumumkan lebih awal.

Hingga pernyataan Hegseth disampaikan, belum ada tanggal pasti untuk penerbitan laporan tersebut.

Serangan Sekolah di Minab Tewaskan Lebih dari 170 Orang

Serangan terhadap sekolah putri di Distrik Minab, Iran selatan, terjadi pada 28 Februari 2026.

Peristiwa tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat memulai operasi militer terhadap Iran yang kemudian berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam serangan awal itu, sebuah sekolah putri terkena hantaman yang mengakibatkan lebih dari 170 orang meninggal dunia.

Sebagian besar korban dilaporkan merupakan anak-anak.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu serangan dengan jumlah korban jiwa besar yang melibatkan warga sipil dalam rangkaian operasi militer tersebut.

Iran Sebut Serangan Menggunakan Rudal Tomahawk

Pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan terhadap sekolah di Minab dilakukan menggunakan rudal Tomahawk.

Namun, hasil penyelidikan resmi Pentagon mengenai serangan tersebut belum dipublikasikan.

Pernyataan pemerintah Iran mengenai jenis senjata yang digunakan masih perlu dibedakan dari temuan penyelidikan yang sedang dilakukan pihak AS.

Hegseth memastikan hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada publik ketika waktunya dinilai tepat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026