HOME  ⁄  Geopolitik

Iran dan Rusia Sepakat Tolak Solusi Militer untuk Konflik Regional, Dorong Diplomasi dan Penguatan Kerja Sama

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran dan Rusia Sepakat Tolak Solusi Militer untuk Konflik Regional, Dorong Diplomasi dan Penguatan Kerja Sama
Foto: (Sumber :Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menggelar konferensi pers di area pernyataan pers Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York City, AS, pada 25 September 2026. ANTARA/Selçuk Acar - Anadolu Agency /pri. (ANTARA/Selçuk Acar - Anadolu Agency /pri.).)

Pantau - Iran dan Rusia menyepakati bahwa berbagai persoalan keamanan dan konflik regional tidak dapat diselesaikan melalui tindakan militer, melainkan harus ditempuh melalui diplomasi dan penguatan kerja sama internasional.

Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi setelah menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Teheran, Senin (19/10/2026).

Dalam konferensi pers bersama, Araghchi menegaskan bahwa kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur politik.

Pernyataan tersebut dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, sebagaimana diberitakan pada Selasa (20/10/2026).

Iran dan Rusia Dorong Penyelesaian Konflik Melalui Diplomasi

Araghchi mengatakan Iran dan Rusia sepakat bahwa pendekatan militer bukan jalan keluar bagi persoalan yang dihadapi negara-negara di kawasan.

Menurutnya, penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk mencegah meningkatnya ketegangan.

Ia juga menyoroti situasi keamanan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang menjadi perhatian kedua negara.

Araghchi menuding ketidakamanan di wilayah tersebut merupakan dampak langsung dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut Araghchi, serangan tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 dan masih berlangsung dalam berbagai bentuk hingga saat ini.

Pernyataan tersebut merupakan posisi pemerintah Iran mengenai penyebab meningkatnya ketegangan di kawasan.

Teheran dan Moskow Sepakat Menentang Kebijakan Sepihak AS

Selain membahas konflik regional, Iran dan Rusia menyatakan kesamaan pandangan dalam menentang kebijakan Amerika Serikat yang mereka nilai bersifat sepihak.

Araghchi mengatakan kedua negara sepakat menentang apa yang disebutnya sebagai "unilateralisme agresif" AS.

Iran dan Rusia juga berkomitmen meningkatkan koordinasi di tingkat internasional untuk memperkuat multilateralisme.

Kerja sama tersebut diarahkan pada upaya mempertahankan prinsip-prinsip hukum internasional dalam hubungan antarnegara.

Kedua negara selama beberapa tahun terakhir diketahui memperluas hubungan politik dan ekonomi di tengah penerapan sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran dan Moskow.

Rusia Sebut Perdagangan Bilateral dengan Iran Terus Meningkat

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyambut positif hasil pertemuannya dengan Araghchi.

Lavrov menggambarkan pembicaraan kedua negara berlangsung secara terbuka, transparan, dan bermanfaat.

Ia juga menyoroti perkembangan hubungan perdagangan antara Rusia dan Iran yang dinilai terus menunjukkan pertumbuhan.

"Kami menyaksikan pertumbuhan perdagangan bilateral yang pesat dan berkelanjutan", kata Lavrov.

Menurutnya, kerja sama ekonomi menjadi salah satu sektor penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang perluasan kerja sama di bidang energi dan pembangunan infrastruktur.

Rusia Mulai Kembalikan Tenaga Ahli ke PLTN Bushehr

Lavrov mengungkapkan bahwa tenaga ahli dan spesialis teknis Rusia secara bertahap kembali bekerja dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran selatan.

Kembalinya tenaga ahli tersebut menjadi bagian dari kelanjutan kerja sama kedua negara di sektor energi nuklir.

Selain proyek PLTN Bushehr, Rusia dan Iran juga melihat peluang kerja sama yang luas dalam kegiatan ekstraksi serta transit hidrokarbon.

Sektor tersebut mencakup kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya energi, termasuk minyak dan gas bumi.

Lavrov tiba di Teheran pada Senin (19/10/2026) untuk melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah Iran.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah upaya kedua negara memperkuat hubungan politik, perdagangan, dan energi.

Iran dan Rusia menegaskan komitmen untuk melanjutkan kerja sama bilateral sekaligus mendorong penyelesaian persoalan regional melalui diplomasi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026