HOME  ⁄  Geopolitik

Yordania Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional Usai Serangan Teroris di Gereja Karak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Yordania Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional Usai Serangan Teroris di Gereja Karak
Foto: (Sumber :Ilustras - Bendera Yordania. (ANTARA/Wikimedia Commons).)

Pantau - Pemerintah Yordania menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari mulai Jumat (23/10/2026) menyusul serangan teroris di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud, Kegubernuran Karak, Yordania selatan, yang menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya.

Perdana Menteri Yordania Jafar Hassan menginstruksikan seluruh kementerian, instansi pemerintah, dan lembaga publik untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung.

Pemerintah menyatakan keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus mencerminkan duka cita dan solidaritas masyarakat Yordania.

Hassan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mendoakan kesembuhan bagi mereka yang mengalami luka-luka.

Pemerintah Yordania Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Penetapan masa berkabung nasional diumumkan setelah serangan bersenjata terjadi saat upacara pemakaman berlangsung di gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud.

Perdana Menteri Jafar Hassan menetapkan masa berkabung selama tiga hari terhitung sejak 23 Oktober 2026.

Seluruh kantor kementerian, lembaga pemerintah, dan instansi publik diperintahkan mengibarkan bendera nasional setengah tiang.

Langkah tersebut menjadi simbol penghormatan negara kepada para korban serangan.

Pemerintah Yordania juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban dan masyarakat Karak yang terdampak peristiwa tersebut.

Pemerintah Sebut Serangan Berkaitan dengan Ideologi Ekstremis

Juru Bicara Pemerintah sekaligus Menteri Komunikasi Yordania, Mohammad Momani, mengatakan serangan di gereja tersebut berkaitan dengan "ideologi takfiri ekstremis", yang menganggap pihak lain sebagai orang yang tidak beriman kepada Allah.

Meski demikian, pihak berwenang belum memastikan apakah para penyerang memiliki hubungan dengan organisasi tertentu.

Momani menjelaskan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan kelompok tertentu.

Hasil penyelidikan akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.

Aparat keamanan Yordania juga terus memburu para penyerang serta pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Pemerintah Tegaskan Umat Kristen Bagian dari Identitas Yordania

Mohammad Momani menegaskan bahwa komunitas Kristen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas nasional Yordania.

Menurutnya, umat Kristen memiliki akar sejarah yang kuat dalam kehidupan masyarakat dan perjalanan negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan yang menargetkan gereja Ortodoks Yunani di wilayah Karak.

Pemerintah Yordania menegaskan komitmennya untuk mengusut serangan tersebut dan mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Raja Abdullah II Kunjungi Korban Luka di Rumah Sakit

Raja Yordania Abdullah II mengunjungi para korban luka di Rumah Sakit Pemerintah Karak pada Jumat (23/10/2026) malam.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah serangan yang menimbulkan korban jiwa dan puluhan orang terluka.

Raja Abdullah menyampaikan perhatian kepada para korban yang masih menjalani perawatan.

Ia juga berjanji akan menjatuhkan hukuman terberat kepada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026