
Pantau - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah menyelesaikan sebagian besar persiapan teknis untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran dan menegaskan bahwa penyelesaian ketegangan antara Teheran dan Washington membutuhkan kesepakatan diplomatik yang didukung pengawasan independen.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan kesiapan tersebut dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Jumat (23/10/2026).
Grossi mengatakan IAEA siap menjalankan proses verifikasi teknis yang diperlukan untuk mendukung perundingan antara Iran dan Amerika Serikat.
"Sebagian besar pekerjaan teknis yang diperlukan untuk memastikan verifikasi yang memadai atas kegiatan di Iran telah diselesaikan, sehingga kami siap. IAEA siap," kata Grossi.
IAEA Rampungkan Sebagian Besar Persiapan Verifikasi Nuklir Iran
Grossi menjelaskan bahwa IAEA telah melakukan berbagai persiapan teknis untuk memastikan aktivitas nuklir Iran dapat diperiksa secara memadai.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan badan pengawas nuklir PBB terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
IAEA menegaskan pentingnya proses verifikasi independen untuk memastikan pelaksanaan komitmen yang nantinya disepakati dalam perundingan.
Menurut Grossi, pengawasan teknis yang kredibel diperlukan agar kesepakatan diplomatik memiliki dasar yang dapat diverifikasi.
Badan tersebut menyatakan siap melaksanakan tugas pengawasan sesuai mandatnya apabila proses diplomatik menghasilkan kesepakatan.
Grossi Sebut Kesepakatan Diplomatik Jadi Kunci Penyelesaian
Grossi menekankan bahwa kesiapan teknis IAEA harus diiringi kemajuan diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan mengenai program nuklir Iran.
Ia menilai penyelesaian yang berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa adanya kesepakatan melalui perundingan.
"Tidak akan ada, teman-teman sekalian; tidak akan ada solusi yang langgeng dan stabil tanpa adanya kesepakatan diplomatik," kata Grossi di hadapan Majelis Umum PBB.
Grossi juga menegaskan bahwa verifikasi independen oleh IAEA merupakan unsur penting dalam setiap kesepakatan yang melibatkan program nuklir Iran.
Pengawasan tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan hasil perundingan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pakistan, Qatar, Oman, dan Mesir Diharapkan Dukung Perundingan
Grossi berharap perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dapat mengalami kemajuan dengan dukungan sejumlah negara di kawasan.
Negara-negara yang disebutnya memiliki peran dalam upaya diplomatik tersebut antara lain Pakistan, Qatar, Oman, dan Mesir.
IAEA telah bekerja sama dengan negara-negara tersebut serta mitra internasional lainnya untuk membantu mengembalikan aktivitas nuklir Iran ke dalam kerangka pengawasan yang memadai.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan pemeriksaan independen terhadap kegiatan nuklir Iran.
Grossi menilai dukungan regional dan internasional dapat membantu mendorong kemajuan proses diplomasi.
IAEA Minta Dukungan Internasional untuk Pengawasan Nuklir
Selain mendorong perundingan, Grossi meminta dukungan kuat terhadap pelaksanaan tugas IAEA sebagai lembaga pengawas nuklir internasional.
Ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan diplomatik membutuhkan mekanisme verifikasi untuk memastikan komitmen para pihak dapat diawasi.
"Agar kesepakatan diplomatik dapat terwujud, kami memerlukan verifikasi tersebut. Kami perlu dukungan kuat terhadap kerja IAEA. Kami siap dan kami yakin bahwa mereka menginginkan hal yang sama," ujarnya.
IAEA menyatakan kesiapan teknisnya untuk mendukung proses tersebut, sementara tercapainya kesepakatan tetap bergantung pada kemajuan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




