HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pencegahan DBD dan TBC Lewat Lomba Puskesmas, Temuan TBC Capai 11.575 Kasus

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pencegahan DBD dan TBC Lewat Lomba Puskesmas, Temuan TBC Capai 11.575 Kasus
Foto: (Sumber :Pembukaan perlombaan Kampung Siaga Tuberkulosis (KST) dan Kampung Bebas Jentik (KBJ) di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (23/10/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar lomba Kampung Siaga Tuberkulosis (KST) dan Kampung Bebas Jentik (KBJ) untuk meningkatkan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC), di tengah temuan 11.575 kasus TBC sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), puskesmas, dan perwakilan masyarakat dari 10 kecamatan di Jakarta Timur.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan perlombaan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

"Lomba ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan peran serta lintas sektor dalam menekan angka kasus DBD dan TBC di Jakarta Timur," kata Arief di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Sepuluh Tim Puskesmas Ikuti Lomba Pencegahan DBD dan TBC

Perlombaan Kampung Bebas Jentik dan Kampung Siaga Tuberkulosis diikuti 10 tim perwakilan puskesmas dari seluruh kecamatan di Jakarta Timur.

Setiap tim melibatkan unsur puskesmas kelurahan, puskesmas kecamatan, serta kader Jumantik yang berperan dalam pengawasan lingkungan.

Kegiatan dibuka di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (23/10/2026).

Lomba Kampung Bebas Jentik dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026), sedangkan lomba Kampung Siaga Tuberkulosis dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026).

Tiga tim terbaik dalam lomba Kampung Bebas Jentik akan menjalani verifikasi lapangan sebelum ditetapkan sebagai wakil Jakarta Timur pada kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kota berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penularan penyakit.

Pemkot Libatkan Kader Jumantik dan Pengurus RT/RW

Arief menjelaskan bahwa pencegahan DBD dan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh petugas kesehatan.

Keterlibatan masyarakat, kader Jumantik, pengurus RT/RW, dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk mendukung pengendalian penyakit di tingkat lingkungan.

"DBD dan TBC ini tidak bisa ditangani sektor kesehatan saja tapi peran lintas sektor peran masyarakat, semua perlu berperan," jelas Arief.

Menurutnya, perlombaan juga menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat dan para kader yang aktif menjalankan kegiatan pencegahan penyakit.

Kader Jumantik memiliki peran dalam memantau keberadaan jentik nyamuk sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko penyebaran DBD.

Sementara itu, keterlibatan masyarakat dalam program Kampung Siaga Tuberkulosis diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan TBC.

Kasus DBD Jakarta Timur Turun, Agustus Tercatat 48 Kasus

Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, kasus DBD mengalami peningkatan sejak Januari hingga Maret 2026.

Jumlah kasus kemudian menunjukkan penurunan pada April dan Mei.

Tren penurunan kembali tercatat pada periode Juli hingga Agustus 2026.

Pada Agustus 2026, jumlah kasus DBD di Jakarta Timur tercatat sebanyak 48 kasus.

Sementara itu, sebanyak 11 pasien DBD menjalani rawat inap pada periode 20–26 Agustus 2026.

Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan pemerintah daerah terhadap perkembangan penyakit DBD di wilayah Jakarta Timur.

Sebanyak 8.992 Pasien TBC Telah Memulai Pengobatan

Selain DBD, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memberikan perhatian terhadap penanganan tuberkulosis.

Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menunjukkan sebanyak 11.575 kasus TBC ditemukan sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.992 pasien tercatat telah memulai pengobatan.

Artinya, terdapat selisih 2.583 orang antara jumlah kasus yang ditemukan dan pasien yang tercatat memulai pengobatan.

Melalui lomba Kampung Siaga Tuberkulosis, pemerintah kota mendorong peningkatan peran masyarakat dalam mendukung upaya penanganan penyakit tersebut.

Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap kegiatan yang melibatkan puskesmas dan masyarakat dapat memperkuat pencegahan DBD serta TBC secara berkelanjutan di seluruh kecamatan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026