HOME  ⁄  Geopolitik

AS Peringatkan Warganya Hindari Kerumunan di Milan, Demonstrasi Baru Berpotensi Picu Kerusuhan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Peringatkan Warganya Hindari Kerumunan di Milan, Demonstrasi Baru Berpotensi Picu Kerusuhan
Foto: (Sumber :Pengunjuk rasa bentrok dengan Polisi saat protes menentang tingginya biaya hidup yang diselenggarakan oleh gerakan "Italia in Piazza" di Piazza Duomo, Milan, Italia, pada Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Anadolu/Andrea Carrubba/aa).)

Pantau - Konsulat Amerika Serikat (AS) di Milan, Italia, mengimbau seluruh warga negaranya untuk menghindari kerumunan besar dan kawasan ramai menjelang demonstrasi yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), menyusul kerusuhan pekan sebelumnya yang menyebabkan ratusan orang ditahan dan sejumlah aparat keamanan terluka.

Peringatan tersebut dikeluarkan pada Jumat (23/10/2026) setelah muncul informasi mengenai rencana aksi protes lanjutan di Milan dan sejumlah kota besar lainnya di Italia.

"Potensi terjadinya aksi unjuk rasa dan protes di Milan, serta di berbagai kota besar lainnya di Italia, tetap tinggi pada akhir pekan tanggal 24 Oktober 2026, terutama pada Sabtu," demikian imbauan Konsulat AS di Milan.

Otoritas Italia juga menyiapkan penutupan sejumlah ruas jalan, pembatasan lalu lintas, dan peningkatan pengamanan di kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi demonstrasi.

Konsulat AS Minta Warganya Hindari Piazza Duomo

Konsulat AS di Milan meminta warga Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan selama berada di wilayah perkotaan Italia pada akhir pekan.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Piazza Duomo, pusat aktivitas masyarakat dan lokasi yang sebelumnya menjadi tempat demonstrasi.

Pihak berwenang Italia mengimbau masyarakat menghindari Piazza Duomo serta sejumlah jalan komersial utama yang berpotensi dipadati pengunjuk rasa.

Aparat keamanan juga berencana memberlakukan rekayasa lalu lintas dan menutup beberapa ruas jalan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban.

Kehadiran petugas penegak hukum akan ditingkatkan di kawasan yang diperkirakan menjadi titik berkumpulnya massa.

Konsulat AS turut meminta warganya memantau perkembangan situasi melalui pemberitaan media lokal.

Warga Amerika Serikat juga diimbau tidak menarik perhatian apabila tanpa sengaja berada di tengah kerumunan demonstran.

Kerusuhan Milan Sebelumnya Sebabkan Ratusan Orang Ditahan

Peringatan keamanan tersebut muncul setelah demonstrasi berlangsung di sejumlah kota Italia pada 17–18 Oktober 2026.

Aksi protes yang berlangsung pada akhir pekan tersebut diwarnai bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan.

Kerusuhan paling parah dilaporkan terjadi di Milan, termasuk insiden penjarahan dan perusakan fasilitas.

Lebih dari 300 orang ditahan di Milan selama rangkaian kerusuhan tersebut.

Dari jumlah tersebut, hampir 50 orang dilaporkan ditangkap.

Bentrokan di pusat kota juga menyebabkan sedikitnya 110 petugas penegak hukum harus mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, hampir 200 aparat keamanan dilaporkan mengalami luka-luka dalam kerusuhan di berbagai wilayah Italia.

Wali Kota Milan Soroti Kekurangan Personel Polisi

Wali Kota Milan Giuseppe Sala menyoroti jumlah personel kepolisian yang dikerahkan selama demonstrasi nasional pada akhir pekan sebelumnya.

Pada Jumat (23/10/2026), Sala menyatakan jumlah polisi yang ditempatkan di jalan-jalan Milan ketika aksi protes berlangsung tidak memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah bentrokan dan kerusuhan terjadi di pusat kota.

Otoritas setempat kemudian menyiapkan peningkatan pengamanan untuk menghadapi potensi demonstrasi lanjutan.

Langkah antisipasi mencakup penempatan tambahan aparat di lokasi rawan serta pengaturan akses menuju kawasan yang diperkirakan dipadati massa.

Kelompok Demonstran Serukan Aksi Lanjutan pada 24 Oktober

Kantor berita RIA Novosti melaporkan telah melihat dokumen yang memuat seruan demonstrasi lanjutan dari kelompok bernama Gerakan 17 Oktober Italia.

Kelompok tersebut menyerukan agar aksi protes diteruskan setelah kerusuhan yang terjadi di Milan dan sejumlah kota lainnya.

Dokumen itu juga disebut memuat petunjuk taktis baru bagi peserta demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026).

Aksi lanjutan tersebut diperkirakan berlangsung di sejumlah kota besar di Italia.

Konsulat AS menegaskan pentingnya kewaspadaan dan pemantauan informasi keamanan bagi warga negaranya selama potensi demonstrasi masih tinggi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026