HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Kejar Senjata Nuklir dan Tetap Patuhi Perjanjian NPT

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Kejar Senjata Nuklir dan Tetap Patuhi Perjanjian NPT
Foto: (Sumber :Presiden Iran Masoud Pezeshkian. ANTARA/Anadolu..)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir dan akan tetap menjalankan kegiatan nuklir dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) serta ketentuan hukum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara anggota aliansi pertahanan Perjanjian Mekah di Teheran, Iran.

Menurut keterangan Kantor Kepresidenan Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa keanggotaan negaranya dalam NPT menjadi landasan pelaksanaan program nuklir nasional.

"Republik Islam Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan, sebagai anggota NPT, mendukung kelanjutan kegiatan nuklir sesuai hukum dan perjanjian internasional," kata Pezeshkian sebagaimana dikutip dari keterangan Kantor Kepresidenan Iran.

Presiden Iran itu juga menekankan bahwa negaranya tetap memiliki hak untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi nuklir bagi tujuan damai.

Pezeshkian Bertemu Pejabat Pertahanan Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye

Penegasan mengenai program nuklir Iran disampaikan dalam pertemuan Pezeshkian dengan perwakilan aliansi Perjanjian Mekah.

Sejumlah pejabat tinggi yang hadir antara lain Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin.

Pezeshkian turut didampingi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perkembangan situasi keamanan kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Dalam kesempatan itu, Iran menyampaikan sikapnya mengenai program nuklir sekaligus menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan kegiatan nuklir sesuai perjanjian internasional.

Perjanjian Mekah Mengikat Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye

Perjanjian Mekah merupakan kesepakatan pertahanan bersama yang ditandatangani Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye pada 7 Agustus 2026.

Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara peserta.

Ketentuan itu menjadi dasar kerja sama pertahanan antara ketiga negara dalam menghadapi ancaman keamanan.

Pertemuan perwakilan aliansi tersebut dengan Presiden Iran berlangsung ketika situasi keamanan kawasan menjadi perhatian sejumlah negara.

Iran Nyatakan Kesiapan Bantu Penyelesaian Konflik Yaman

Pembicaraan di Teheran berlangsung di tengah serangkaian serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi.

Iran selama ini dipandang sebagai sekutu kelompok Houthi dalam dinamika konflik di kawasan tersebut.

Di tengah perkembangan itu, pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk membantu penyelesaian konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan penegasan Pezeshkian mengenai hak Iran menjalankan kegiatan nuklir damai sesuai ketentuan NPT.

Iran menegaskan bahwa kelanjutan program nuklirnya akan tetap mengacu pada hukum dan perjanjian internasional yang berlaku.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026