HOME  ⁄  Geopolitik

China Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil 2026, Siap Perkuat Kerja Sama Bilateral

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil 2026, Siap Perkuat Kerja Sama Bilateral
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Pemerintah China menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva setelah kembali memenangkan pemilihan presiden Brasil 2026 melalui putaran kedua yang berlangsung ketat melawan Senator Flavio Bolsonaro.

Ucapan selamat tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (26/10/2026), menyusul pengumuman hasil pemilihan oleh otoritas pemilu Brasil.

Lula ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026), sekaligus memastikan dirinya memperoleh masa jabatan keempat sebagai Presiden Brasil.

"China mencermati pengumuman dari Mahkamah Pemilihan Umum Brasil mengenai kemenangan Presiden Lula dalam putaran kedua dan menyampaikan ucapan selamat atas hasil tersebut," kata Guo Jiakun.

Pemerintah China juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama dengan Brasil di bawah kepemimpinan Lula.

"China siap bekerja sama dengan Brasil untuk memajukan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama antara China dan Brasil. Kami menghormati pilihan rakyat Brasil," tambah Guo Jiakun.

Lula da Silva Kalahkan Flavio Bolsonaro dalam Putaran Kedua Pilpres Brasil

Pengadilan Pemilu Tertinggi Brasil atau Tribunal Superior Eleitoral (TSE) mengumumkan Lula berhasil mengungguli Flavio Bolsonaro dalam pemilihan presiden putaran kedua.

Berdasarkan salah satu laporan hasil penghitungan, Lula memperoleh 51,76 persen suara sah, sedangkan Bolsonaro meraih 48,24 persen.

Selisih perolehan suara kedua kandidat mencapai lebih dari empat juta suara dalam persaingan yang berlangsung ketat.

Data hasil penghitungan lainnya mencatat Lula memperoleh 51,79 persen atau lebih dari 60 juta suara sah, sementara Bolsonaro mendapatkan 48,21 persen.

Kemenangan tersebut menjadi pembalikan hasil setelah Lula sebelumnya tertinggal pada putaran pertama pemilihan presiden yang digelar 4 Oktober 2026.

Dalam putaran pertama, Flavio Bolsonaro unggul dengan perolehan 47,03 persen suara, sedangkan Lula mendapatkan 45,16 persen.

Kedua kandidat kemudian menjalani kampanye intensif selama sekitar tiga pekan untuk memperoleh dukungan tambahan menjelang pemungutan suara putaran kedua.

Hasil akhir pemilihan memastikan Lula kembali memimpin Brasil sekaligus menggagalkan upaya keluarga Bolsonaro merebut kembali kursi kepresidenan.

Lula Cetak Sejarah Jadi Presiden Brasil dengan Empat Masa Jabatan

Kemenangan dalam Pilpres 2026 menjadikan Lula sebagai presiden Brasil pertama yang terpilih untuk empat masa jabatan melalui pemungutan suara langsung, sebagaimana dilaporkan portal berita G1.

Politikus tersebut sebelumnya memenangkan pemilihan presiden pada 2002 dan 2006, kemudian kembali terpilih pada 2022.

Lula pernah menjabat sebagai Presiden Brasil selama dua periode berturut-turut pada 2003 hingga 2010 sebelum kembali menduduki kursi kepresidenan pada periode ketiganya.

Dengan kemenangan terbaru, Lula akan menjalani masa jabatan keempat yang tidak berurutan.

Masa jabatan barunya dijadwalkan dimulai pada 5 Januari 2027.

Sementara itu, Flavio Bolsonaro merupakan senator Brasil berusia 45 tahun yang juga dikenal sebagai putra sulung mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Kekalahan Flavio membuat keluarga Bolsonaro gagal mengembalikan kepemimpinan mereka di pemerintahan Brasil melalui pemilihan presiden kali ini.

Lula Janji Pimpin Seluruh Rakyat Brasil dan Perkuat Agenda Iklim

Setelah dinyatakan memenangkan pemilihan presiden, Lula menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Brasil yang telah memberikan dukungan dalam proses demokrasi tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga negara tanpa membedakan pilihan politik mereka selama pemilihan berlangsung.

"Tidak ada yang diwajibkan menyukai presiden terpilih, tetapi dia harus memimpin untuk semua orang," kata Lula saat berbicara di hadapan para pendukungnya.

Lula juga berjanji menghormati seluruh rakyat Brasil, termasuk masyarakat yang tidak memberikan suara kepadanya.

Selain menjaga persatuan nasional, ia menyampaikan rencana memperkuat posisi Brasil dalam hubungan internasional.

Agenda penanganan perubahan iklim juga menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Lula setelah memenangkan pemilihan presiden.

Pemerintahan berikutnya diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk oposisi di parlemen serta kebutuhan menjaga keseimbangan keuangan negara.

Di sisi lain, Lula juga menghadapi tuntutan untuk memperluas program sosial yang menjadi bagian dari agenda pemerintahannya.

Partisipasi Pemilih Meningkat pada Putaran Kedua Pilpres Brasil

Berdasarkan data otoritas pemilu Brasil, tingkat pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada putaran kedua mencapai 19,22 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat abstain pada putaran pertama yang tercatat sebesar 21,08 persen.

Penurunan tingkat abstain menunjukkan lebih banyak pemilih menggunakan hak suaranya pada putaran kedua dibandingkan pemungutan suara sebelumnya.

Sementara itu, surat suara kosong tercatat sekitar 1,12 persen dari keseluruhan suara.

Adapun suara tidak sah mencapai 2,12 persen sehingga total surat suara kosong dan tidak sah berada pada angka 3,24 persen.

Dengan hasil tersebut, Lula memastikan kemenangan dalam pemilihan presiden Brasil 2026 dan bersiap menjalani masa jabatan keempat mulai Januari 2027.

Pemerintah China menjadi salah satu pihak yang menyampaikan ucapan selamat serta menyatakan kesiapan memperkuat hubungan bilateral dengan Brasil setelah kemenangan Lula.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026