HOME  ⁄  Geopolitik

Filipina Ingatkan ASEAN Tak Terpecah akibat Perbedaan, Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut China Selatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Filipina Ingatkan ASEAN Tak Terpecah akibat Perbedaan, Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut China Selatan
Foto: (Sumber :Pertemuan Ke-20 Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) di kota Cebu, Filipina. (ANTARA/HO-ASEAN.org).)

Pantau - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. mengingatkan negara-negara anggota ASEAN agar tidak membiarkan perbedaan kepentingan memecah persatuan kawasan, termasuk dalam menghadapi sengketa Laut China Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Teodoro saat membuka Pertemuan Ke-20 Menteri Pertahanan ASEAN (ASEAN Defence Ministers' Meeting/ADMM) di Cebu, Filipina, Rabu (28/10/2026).

Teodoro menekankan pentingnya menjaga solidaritas ASEAN dan menyelesaikan perselisihan antarnegara melalui jalur damai serta sesuai hukum yang berlaku.

"ASEAN didirikan di atas keyakinan bahwa kekuatan kita terletak pada keberagaman kita," kata Teodoro sebagaimana dikutip media Filipina, Rappler.

Filipina Minta ASEAN Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Dalam pidatonya, Teodoro menegaskan bahwa keberagaman negara anggota tidak boleh menjadi penyebab perpecahan di kawasan Asia Tenggara.

Ia mengajak para menteri pertahanan ASEAN mempertahankan kerja sama meskipun terdapat perbedaan pandangan dan kepentingan nasional.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan perbedaan memecah belah kita dari dalam; dan jika terdapat perbedaan, termasuk di Laut China Selatan, kita harus menyelesaikannya melalui cara-cara damai dan legal," tambah dia.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Filipina yang mendorong penyelesaian sengketa regional melalui mekanisme damai dan hukum.

Sengketa Laut China Selatan menjadi salah satu persoalan kawasan yang disinggung Teodoro dalam pertemuan para menteri pertahanan tersebut.

Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Digelar di Cebu

Filipina menjadi tuan rumah Pertemuan Ke-20 ADMM dengan mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita Bersama" atau Navigating Our Future, Together.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn turut menghadiri kegiatan bersama para menteri pertahanan negara anggota.

Informasi mengenai penyelenggaraan pertemuan tersebut juga disampaikan ASEAN melalui akun resminya di platform X.

Filipina saat ini memegang keketuaan ASEAN yang beranggotakan 11 negara.

ASEAN Peringati 50 Tahun Perjanjian Persahabatan dan 20 Tahun ADMM

Dalam pertemuan tersebut, para menteri pertahanan ASEAN mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperingati dua tonggak penting kerja sama kawasan.

Peringatan pertama berkaitan dengan 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia.

Peringatan kedua menandai 20 tahun pembentukan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN atau ADMM.

Para menteri pertahanan juga menyepakati sejumlah inisiatif dan kegiatan baru dalam kerangka kerja sama ADMM.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan koordinasi pertahanan antarnegara anggota ASEAN.

ASEAN Akan Bertemu Mitra Pertahanan, China Diwakili Atase

Selain pertemuan internal ASEAN, para pemimpin sektor pertahanan dijadwalkan mengikuti Pertemuan Ke-13 Menteri Pertahanan ASEAN Plus atau ADMM Plus.

Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama pertahanan ASEAN dengan negara-negara mitra.

Para menteri pertahanan ASEAN juga dijadwalkan mengadakan pertemuan terpisah dengan perwakilan pertahanan Amerika Serikat, India, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan China Dong Jun tidak menghadiri pertemuan tersebut.

China diwakili oleh Atase Pertahanan Kedutaan Besar China di Manila dalam rangkaian pertemuan pertahanan di Filipina.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026