
Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengusulkan pembentukan kerangka kerja sama pertahanan yang lebih ambisius dengan ASEAN untuk memperkuat keamanan kawasan dan memperluas kolaborasi militer dalam beberapa tahun mendatang.
Usulan tersebut disampaikan Hegseth dalam pertemuan bersama para menteri pertahanan ASEAN di Cebu City, Filipina, Rabu (28/10/2026).
Hegseth mengatakan peringatan 50 tahun hubungan AS dan ASEAN pada 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan pertahanan kedua pihak.
“Sebagai pengakuan atas tonggak sejarah ini, kami mengusulkan agar kita bekerja sama mengembangkan kerangka kerja sama pertahanan AS-ASEAN, sebuah kerangka praktis yang akan memandu kerja sama kita selama beberapa tahun ke depan,” kata Hegseth.
AS Dorong Kerangka Pertahanan untuk Hadapi Tantangan Kawasan
Hegseth menilai beberapa tahun mendatang akan menjadi periode penting bagi perkembangan keamanan dan pertahanan di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, kerja sama pertahanan AS dan ASEAN perlu memiliki arah yang jelas serta berorientasi pada langkah praktis.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang mampu mencegah tindakan pemaksaan dan agresi tanpa meningkatkan ketegangan secara tidak perlu.
“Pendekatan yang kami ambil dapat digambarkan sebagai pendekatan yang kuat, tenang, dan jelas. Cukup kuat untuk mencegah paksaan dan agresi, cukup tenang untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu atau drama publik, serta membiarkan tindakan kita yang berbicara,” kata Hegseth.
Pemerintah AS menginginkan kerangka tersebut menjadi pedoman kerja sama pertahanan dengan ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan regional.
AS Akan Bekerja Sama dengan Singapura Susun Kerangka Pertahanan
Hegseth menyatakan AS akan bekerja sama dengan Singapura untuk menyusun kerangka kerja sama pertahanan yang diusulkan.
Singapura dijadwalkan memegang keketuaan ASEAN pada 2027, bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan AS dan ASEAN.
Menurut Hegseth, perbedaan pandangan antara negara-negara ASEAN dan AS tidak harus menjadi hambatan dalam memperkuat kerja sama.
"Kita tidak akan selalu sepakat dalam segala hal, dan memang tidak perlu demikian," kata Hegseth kepada para menteri pertahanan ASEAN.
"Namun, kesepakatan mengenai prinsip-prinsip dasar sudah cukup untuk mendukung kerja sama praktis di bidang-bidang di mana kepentingan kita bersama saling bersinggungan dan terlihat jelas," tambahnya.
Ia berharap hubungan pertahanan AS dan ASEAN dapat berkembang lebih jauh melalui kesepakatan mengenai kepentingan bersama.
"Saat kita menatap masa depan di kawasan ini, saya berharap kita bisa menjadi jauh lebih ambisius," tambahnya.
Menteri Pertahanan China Absen dalam Pertemuan ADMM Plus
Pertemuan di Cebu City mencakup Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) ke-20 dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) ke-13.
Forum tersebut mempertemukan negara-negara ASEAN dengan sejumlah mitra dialog, termasuk Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan India.
Namun, Menteri Pertahanan China Dong Jun tidak menghadiri pertemuan ADMM Plus tahun ini.
Pemerintah China menunjuk atase pertahanan Kedutaan Besar China di Manila untuk mewakili Beijing dalam forum tersebut.
Pertemuan berlangsung ketika Filipina memegang keketuaan ASEAN pada 2026.
Usulan kerangka kerja sama pertahanan AS dan ASEAN tersebut akan menjadi salah satu agenda yang dikembangkan bersama Singapura menjelang pergantian keketuaan ASEAN pada 2027.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




