
Pantau - Pemerintah Iran menyatakan hanya bersedia kembali menggelar perundingan dengan Amerika Serikat (AS) apabila Washington memenuhi tujuh persyaratan yang telah diajukan Teheran di tengah konflik kedua negara yang belum terselesaikan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menegaskan persyaratan tersebut menjadi ketentuan utama sebelum kedua negara dapat melanjutkan proses diplomasi.
Pernyataan itu disampaikan Rezaei kepada televisi pemerintah Iran pada Sabtu (31/10/2026).
"Kami telah menyampaikan tujuh syarat kepada AS dan menegaskan bahwa tidak akan ada perundingan sebelum Washington memenuhi tuntutan Teheran. Syarat-syarat tersebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad," kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran.
Rezaei menegaskan bahwa ketujuh persyaratan tersebut berbeda dari ketentuan yang sebelumnya disepakati dalam nota kesepahaman Islamabad.
Namun, dalam pernyataan yang dilaporkan tersebut, Rezaei tidak memerinci isi tujuh persyaratan yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat.
Iran Tegaskan Sikap terhadap Serangan Militer AS
Selain menetapkan persyaratan perundingan, Rezaei menyatakan bahwa Iran harus memberikan hukuman kepada Amerika Serikat atas tindakan militernya.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar negara-negara lain tidak menganggap serangan militer terhadap Iran sebagai tindakan yang dapat dilakukan tanpa konsekuensi.
Rezaei memperingatkan bahwa kegagalan memberikan hukuman kepada AS berpotensi mendorong negara lain melakukan serangan serupa terhadap Iran.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas Teheran dalam menghadapi Washington di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung.
Konflik AS-Israel dan Iran Berlangsung sejak Februari
Ketegangan militer meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut kemudian mendapat balasan dari Teheran sehingga memicu konflik bersenjata antara kedua pihak.
Pada pertengahan Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan.
Kesepahaman tersebut sempat menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan setelah berlangsungnya serangan militer.
Namun, tidak lama setelah penandatanganan nota kesepahaman, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Kondisi tersebut menyebabkan konflik antara Iran dan Amerika Serikat belum mencapai penyelesaian.
Perundingan Bergantung pada Pemenuhan Syarat Teheran
Pernyataan terbaru Mohsen Rezaei menegaskan bahwa Iran mengaitkan kemungkinan dimulainya kembali perundingan dengan kesediaan Amerika Serikat memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.
Teheran juga membedakan persyaratan baru tersebut dari ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman Islamabad.
Hingga pernyataan itu disampaikan pada 31 Oktober 2026, belum terdapat penyelesaian atas konflik yang kembali meningkat setelah upaya penghentian permusuhan pada pertengahan Juni.
Dengan demikian, kemungkinan dilanjutkannya perundingan Iran dan Amerika Serikat masih bergantung pada perkembangan sikap kedua negara terhadap persyaratan yang diajukan Teheran.
- Penulis :
- Gerry Eka




