HOME  ⁄  Geopolitik

Iliana Iotova Unggul Telak dalam Pilpres Bulgaria 2026, Raih Hingga 58,2 Persen Suara dan Kalahkan Andrey Gyurov

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iliana Iotova Unggul Telak dalam Pilpres Bulgaria 2026, Raih Hingga 58,2 Persen Suara dan Kalahkan Andrey Gyurov
Foto: (Sumber :Presiden sementara Bulgaria, sekaligus capres, Iliana Iotova saat memberikan suaranya di sebuah TPS dalam putaran kedua Pilpres Bulgaria di Sofia, Bulgaria, Minggu (1/11/2026). ANTARA/Anadolu/Hristo Vladev..)

Pantau - Presiden sementara Bulgaria Iliana Iotova diprediksi memenangkan putaran kedua pemilihan presiden Bulgaria setelah hasil hitung cepat menunjukkan dirinya meraih 56,6 hingga 58,2 persen suara, mengungguli kandidat pro-Barat Andrey Gyurov dalam pemungutan suara yang berlangsung Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan penghitungan paralel lima lembaga survei, Gyurov memperoleh dukungan antara 38,6 hingga 40,6 persen suara.

Keunggulan tersebut menempatkan Iotova sebagai kandidat yang diperkirakan memenangkan pemilihan presiden untuk masa jabatan lima tahun.

Meski demikian, hasil tersebut masih berdasarkan hitung cepat dan belum merupakan penetapan resmi hasil pemilihan.

Iliana Iotova Unggul Hingga 58,2 Persen dalam Hitung Cepat

Hasil penghitungan paralel dari lima lembaga survei menunjukkan keunggulan Iotova dengan selisih suara yang cukup besar atas Gyurov.

Iotova meraih dukungan antara 56,6 hingga 58,2 persen, sedangkan Gyurov memperoleh 38,6 hingga 40,6 persen.

Perolehan tersebut meningkat dibandingkan hasil putaran pertama yang berlangsung pada akhir pekan sebelumnya.

Pada putaran pertama, Iotova memperoleh 34,76 persen suara, sementara Gyurov mendapatkan 31,95 persen.

Peningkatan dukungan pada putaran kedua membuat Iotova berada di posisi terdepan untuk memenangkan pemilihan.

Andrey Gyurov Akui Hasil Pemilihan Presiden Bulgaria

Andrey Gyurov menyampaikan tanggapannya setelah hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan Iotova.

Dalam konferensi pers di Sofia, Bulgaria, Gyurov menyatakan menerima hasil pemilihan meskipun mengaku terkejut dengan perolehan suara tersebut.

"Kami menerima hasilnya, seberapa pun mengejutkannya," kata Gyurov.

Gyurov juga menegaskan bahwa tanggung jawab politiknya tidak berakhir meskipun masa kampanye telah selesai.

Sebelumnya, ia mengkritik arah kebijakan pemerintah Bulgaria, khususnya terkait hubungan dengan Uni Eropa, NATO, dan dukungan terhadap Ukraina.

Perbedaan Sikap terhadap Ukraina Warnai Pilpres Bulgaria

Iotova merupakan tokoh senior Partai Sosialis Bulgaria (BSP) yang memiliki pandangan berbeda dengan Gyurov mengenai kebijakan luar negeri.

Selama kampanye, Iotova menolak pemberian bantuan persenjataan tambahan kepada Ukraina.

Ia juga menyerukan penyelesaian konflik melalui pendekatan diplomatik dan upaya perdamaian.

Sementara itu, Gyurov mengkritik berkurangnya dukungan Bulgaria terhadap Ukraina serta lambatnya koordinasi pemerintah dengan NATO dan mitra Uni Eropa.

Menurut Gyurov, pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan Bulgaria dalam sistem pertahanan kawasan timur NATO.

Perbedaan pandangan mengenai keamanan Eropa dan konflik Ukraina menjadi salah satu isu yang membedakan kedua kandidat selama kampanye.

Partai Bulgaria Progresif Kuasai Mayoritas Parlemen

Iotova sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Bulgaria di bawah kepemimpinan Rumen Radev.

Ia kemudian mengambil alih jabatan presiden sementara setelah Radev mengundurkan diri pada Januari 2026.

Dalam pemilihan parlemen pada April 2026, Partai Bulgaria Progresif yang dipimpin Radev berhasil meraih 131 dari 240 kursi Majelis Nasional.

Perolehan tersebut memberikan partai itu mayoritas mutlak di parlemen Bulgaria.

Partai Bulgaria Progresif juga memberikan dukungan kepada Iotova untuk mencalonkan diri sebagai presiden dengan masa jabatan penuh selama lima tahun.

Gyurov, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil gubernur Bank Nasional Bulgaria, memperingatkan bahwa kemenangan Iotova dapat mengurangi kekuatan penyeimbang di tingkat pemerintahan.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan dominasi Partai Bulgaria Progresif yang telah menguasai pemerintahan.

Hasil resmi pemilihan presiden masih diperlukan untuk memastikan kemenangan Iotova setelah penghitungan suara diselesaikan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026