
Pantau - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menyatakan kesiapan untuk memvalidasi usulan penambahan formasi pustakawan Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi lebih dari 34 ribu sivitas akademika.
Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpusnas RI Agus Sutoyo mengatakan kebutuhan tenaga pustakawan di Undana perlu disesuaikan dengan jumlah pengguna, koleksi, dan beban kerja perpustakaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat melakukan kunjungan kerja dan meninjau fasilitas Perpustakaan Undana di Kupang, Senin (2/11/2026).
Perpusnas siap memberikan rekomendasi resmi setelah usulan kebutuhan formasi pustakawan diajukan melalui kementerian terkait.
Perpusnas Dorong Penambahan Pustakawan Undana
Agus Sutoyo menilai keberadaan tenaga pustakawan yang kompeten menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi.
Menurutnya, Undana membutuhkan pustakawan pada berbagai jenjang jabatan, mulai dari tingkat keterampilan hingga keahlian.
Kebutuhan tersebut berkaitan dengan banyaknya sivitas akademika yang memanfaatkan layanan perpustakaan.
"Peran pustakawan ini sebagai sumber daya utama di perpustakaan. Koleksi dan sivitas akademika di Undana ini banyak sekali mencapai 34 ribu, sehingga alokasi kebutuhan formasi pustakawan mulai dari jenjang terampil hingga ahli dapat diajukan oleh pimpinan. Setelah diusulkan ke Kemendikti, kami di Perpusnas siap memvalidasi dan mengeluarkan surat rekomendasi resmi," katanya.
Agus menjelaskan bahwa pemenuhan tenaga pustakawan perlu mempertimbangkan standar pelayanan dan beban kerja pengelola perpustakaan.
Dengan jumlah pengguna yang besar, Undana dinilai memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memadai agar pelayanan dapat berjalan optimal.
Perpusnas Tinjau Fasilitas Perpustakaan Undana
Dalam kunjungannya, Agus didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera.
Rombongan disambut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Undana Silvester Tena.
Mereka meninjau sejumlah fasilitas, termasuk ruang kerja pengelola perpustakaan, layanan digital, dan ruang koleksi bahan pustaka.
Rombongan juga melihat aktivitas mahasiswa dan dosen yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya meninjau kebutuhan pengembangan layanan dan tenaga pengelola perpustakaan di lingkungan Undana.
Undana Akan Koordinasi dengan Pimpinan Universitas
Kepala UPT Perpustakaan Undana Silvester Tena menyambut dukungan Perpusnas terkait rencana penambahan formasi pustakawan.
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan universitas untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan Agus.
"Masukan dari Pak Agus sangat berarti bagi kami. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi merupakan pusat sumber ilmu dan informasi. Melalui momentum ini, kita akan terus berkoordinasi dengan pimpinan universitas untuk menindaklanjuti proses pengembangan SDM pustakawan," katanya.
Silvester menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas akreditasi Perpustakaan Undana yang telah memperoleh predikat A.
Perpusnas dan Undana Buka Peluang Kerja Sama Literasi Digital
Selain membahas kebutuhan tenaga pustakawan, kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama antara Undana, Perpusnas RI, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT.
Kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga pengelola perpustakaan melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas.
Penguatan literasi digital bagi mahasiswa dan dosen juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan bersama.
Melalui peningkatan kompetensi pustakawan dan pengembangan layanan digital, perpustakaan diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan akses informasi sivitas akademika.
Perpusnas menyatakan siap mendukung proses validasi kebutuhan formasi pustakawan setelah usulan resmi diajukan sesuai mekanisme yang berlaku.
- Penulis :
- Aditya Yohan




