HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Bergerak Sideways di Level 5.061, Investor Tunggu Data Inflasi, Neraca Perdagangan, dan Pertumbuhan Ekonomi RI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Bergerak Sideways di Level 5.061, Investor Tunggu Data Inflasi, Neraca Perdagangan, dan Pertumbuhan Ekonomi RI
Foto: (Sumber :Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Senin (2/11/2026), seiring sikap investor yang menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik dan perkembangan pasar global.

IHSG yang dibuka melemah berbalik menguat 4,08 poin atau 0,08 persen ke posisi 5.061,13 pada pukul 10.12 WIB.

Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri atas 45 saham unggulan naik 0,78 poin atau 0,15 persen ke level 515,95.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas selama indeks mampu bertahan di atas level psikologis 5.000.

IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 5.000–5.200

Ratna Lim menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi menguji area 4.900 hingga 5.000 dalam perdagangan mendatang.

Menurutnya, kemampuan indeks bertahan di atas level 5.000 menjadi faktor penting untuk menentukan arah pergerakan pasar.

"Secara teknikal diperkirakan IHSG menguji level 4.900-5.000. Jika IHSG bertahan di atas level 5.000, maka berpotensi akan bergerak sideways di kisaran 5.000-5.200. Peluang untuk menutup gap di 5.800 masih terbuka jika IHSG mampu bertahan di atas 5.450," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan IHSG masih dipengaruhi kemampuan indeks mempertahankan level tertentu di tengah ketidakpastian pasar.

Investor Tunggu Rilis Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah indikator ekonomi yang dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat.

Data yang menjadi perhatian meliputi Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.

Investor juga menunggu laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.

Rangkaian data tersebut menjadi bahan pertimbangan pelaku pasar dalam menilai kondisi perekonomian nasional.

Sikap menunggu perkembangan data ekonomi turut memengaruhi terbatasnya pergerakan IHSG pada perdagangan awal pekan.

Perubahan Perhitungan IHSG Jadi Perhatian Pasar

Investor juga mencermati perubahan metodologi perhitungan IHSG yang mulai berlaku pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Perubahan tersebut berkaitan dengan dikeluarkannya saham-saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks.

Kebijakan itu diperkirakan meningkatkan bobot saham lain yang masih menjadi bagian dari IHSG.

Saham dengan kapitalisasi pasar besar menjadi salah satu kelompok yang berpotensi mengalami peningkatan bobot dalam perhitungan indeks.

Perubahan komposisi tersebut menjadi faktor tambahan yang diperhatikan investor dalam menilai pergerakan pasar saham domestik.

Pemilu Paruh Waktu AS dan Kinerja Saham Teknologi Pengaruhi Sentimen

Dari pasar internasional, investor mencermati pemilu paruh waktu atau midterm Amerika Serikat yang berlangsung pada pekan ini.

Berdasarkan jajak pendapat yang menjadi perhatian pasar, Partai Republik dinilai menghadapi risiko kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat AS serta kendali atas Senat.

Perubahan komposisi politik tersebut berpotensi memengaruhi pelaksanaan agenda pemerintahan Presiden Donald Trump.

Selain perkembangan politik, konflik geopolitik dan musim laporan keuangan kuartal III-2026 turut menjadi perhatian investor.

Di Amerika Serikat, laporan keuangan serta proyeksi sejumlah perusahaan teknologi yang berada di bawah perkiraan pasar memunculkan kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan bisnis terkait kecerdasan buatan atau AI.

Wall Street Melemah, Bursa Asia Bergerak Variatif

Pada perdagangan Jumat (30/10/2026), bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah secara bersamaan.

Indeks S&P 500 turun 1,82 persen, Nasdaq Composite melemah 2,86 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,09 persen.

Sementara itu, bursa saham Eropa mencatat pergerakan yang beragam pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, sedangkan DAX Jerman melemah 0,85 persen dan CAC 40 Prancis turun 0,01 persen.

Indeks Euro Stoxx 50 juga tercatat melemah 1,22 persen.

Pada perdagangan Senin pagi, bursa saham Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Indeks Saham AsiaPerubahanPosisi
Nikkei Jepang-0,14%63.195,00
Hang Seng Hong Kong+0,06%23.309,76
Kospi Korea Selatan-1,54%5.819,53
Shanghai China+0,36%3.612,27
Straits Times Singapura-1,45%5.289,76

Pergerakan bursa regional tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang turut dicermati investor di pasar saham Indonesia.

IHSG masih berada di sekitar level 5.000 pada perdagangan Senin pagi, dengan perhatian pasar tertuju pada rilis data ekonomi nasional dan perkembangan sentimen global.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026