HOME  ⁄  Hiburan

Jakarta Jali-Jali Festival Buka Panggung bagi Musisi Jalanan, Pemkot Dorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya Betawi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jakarta Jali-Jali Festival Buka Panggung bagi Musisi Jalanan, Pemkot Dorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya Betawi
Foto: (Sumber :Jakarta Jali-Jali Festival yang digelar di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya Muhammad Mashabi, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Jakpus)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong pengembangan potensi musisi jalanan melalui Jakarta Jali-Jali Festival yang digelar di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya Muhammad Mashabi, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun mengatakan festival tersebut menjadi wadah bagi para musisi jalanan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperoleh apresiasi atas karya mereka.

Kegiatan yang mengusung tema "Musik Lokal, Panggung Nasional" itu juga bertujuan memperkuat pelestarian budaya Betawi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuan bermusik.

Eric berharap festival tersebut dapat menjadi kegiatan berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan pelaku seni di Jakarta Pusat.

Jakarta Jali-Jali Festival Beri Ruang bagi Musisi Jalanan

Jakarta Jali-Jali Festival diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta Pusat, khususnya musisi jalanan, agar dapat menampilkan karya di hadapan masyarakat.

Festival tersebut juga menjadi sarana pengembangan kreativitas dan penggalian potensi seni musik yang dimiliki warga.

"Semoga Jakarta Jali-Jali Festival dapat menjadi wadah bagi warga Jakarta Pusat untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya di bidang seni musik. Selain itu, kegiatan ini juga melestarikan budaya Betawi agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda," kata Eric dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Eric, kegiatan seni seperti ini dapat memperluas kesempatan para musisi jalanan untuk mendapatkan pengakuan terhadap kemampuan dan karya mereka.

Selain menjadi ruang pertunjukan, festival tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi antarpelaku seni dan masyarakat.

Pemkot Jakarta Pusat Dorong Apresiasi terhadap Pelaku Seni

Eric mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada musisi jalanan dan pelaku seni lokal agar semakin percaya diri dalam berkarya.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk membuka peluang bagi musisi jalanan tampil di panggung yang lebih luas.

"Mari kita berikan dukungan dan ruang apresiasi bagi para pelaku seni. Saya mengimbau festival ini dapat terus dikembangkan dengan tata kelola yang baik, inklusif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Eric.

Ia juga menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan seni yang terbuka bagi berbagai kalangan masyarakat.

Melalui pengelolaan yang baik, Jakarta Jali-Jali Festival diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kesenian lokal.

Festival Jadi Upaya Melestarikan Budaya Betawi

Selain mendukung musisi jalanan, Jakarta Jali-Jali Festival menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya Betawi.

Festival yang mengangkat tema "Musik Lokal, Panggung Nasional" tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan kesenian daerah kepada generasi muda.

Eric menilai kegiatan seni masyarakat dapat menjadi sarana untuk mempertahankan identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap penyelenggaraan festival dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan menampilkan kemampuan bermusik.

"Diharapkan, kesenian lokal dapat terus berkembang, budaya Betawi tetap lestari, dan potensi warga Jakarta Pusat di bidang seni semakin terwadahi," tutur Eric.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap Jakarta Jali-Jali Festival dapat terus menjadi ruang kreativitas, pemberdayaan musisi jalanan, dan pelestarian kesenian Betawi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026