HOME  ⁄  Geopolitik

Liga Arab Desak Investigasi Internasional atas Dugaan Penyiksaan Tahanan Gaza di Penjara Israel

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Liga Arab Desak Investigasi Internasional atas Dugaan Penyiksaan Tahanan Gaza di Penjara Israel
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Penjara Ofer, Israel. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Liga Arab mendesak penyelidikan internasional yang independen terhadap dugaan penyiksaan dan penganiayaan sistematis terhadap warga Palestina asal Jalur Gaza yang ditahan di Penjara Ramla, Israel, menyusul laporan serangan berulang yang menyebabkan sejumlah tahanan mengalami luka dan luka bakar.

Desakan tersebut disampaikan Liga Arab melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/11/2026), sekaligus menuntut pertanggungjawaban pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran tersebut.

Liga Arab juga meminta Israel segera menghentikan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestina dan memberikan akses kepada lembaga kemanusiaan internasional.

Organisasi negara-negara Arab itu menilai dugaan tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan membutuhkan penanganan serius dari masyarakat internasional.

Liga Arab Kecam Dugaan Penyiksaan Tahanan Gaza

Liga Arab mengecam laporan penyerangan berulang terhadap tahanan Palestina di sayap Rakevet, Penjara Ramla, Israel.

Berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah tahanan mengalami luka dan luka bakar akibat tindakan kekerasan di fasilitas penahanan tersebut.

Liga Arab menyatakan dugaan penganiayaan itu bertentangan dengan ketentuan hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa dan Konvensi Menentang Penyiksaan.

Organisasi tersebut bahkan menyebut dugaan tindakan terhadap tahanan sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" yang harus dipertanggungjawabkan.

Liga Arab mendesak dilakukannya investigasi independen untuk mengungkap dugaan pelanggaran dan memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.

Laporan Sebut Tahanan Dipukul hingga Diserang dengan Gas

Desakan Liga Arab muncul setelah Kantor Media Tahanan Palestina menerbitkan laporan pada 27 Oktober 2026 mengenai dugaan serangan terhadap tahanan asal Gaza.

Laporan tersebut menyebut penyerangan terjadi pada Jumat dan Sabtu sebelum laporan diterbitkan.

Menurut Kantor Media Tahanan Palestina, petugas penjara diduga melakukan pemukulan menggunakan pentungan serta menggunakan semprotan merica, gas, peluru karet, dan granat kejut.

Laporan itu juga menyebut petugas memasuki sel tahanan dengan membawa anjing polisi.

Sejumlah tahanan diduga dibawa ke ruangan tanpa kamera pengawas sebelum mengalami penganiayaan.

Kantor Media Tahanan Palestina memperingatkan bahwa dugaan kekerasan yang terus berlangsung dapat membahayakan keselamatan para tahanan.

Risiko tersebut dinilai semakin besar bagi tahanan yang sebelumnya telah mengalami luka atau memiliki masalah kesehatan.

Liga Arab Minta Palang Merah Internasional Diberi Akses

Liga Arab meminta Israel memberikan akses tanpa pembatasan kepada Komite Palang Merah Internasional untuk memeriksa kondisi tahanan Palestina.

Akses serupa juga diminta bagi pemantau independen agar dapat mendokumentasikan dugaan pelanggaran di dalam penjara.

Menurut Liga Arab, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan para tahanan.

Organisasi tersebut juga mendesak agar para tahanan yang sakit dan terluka segera mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, Liga Arab menyerukan pembebasan tahanan yang sakit dan terluka serta penghentian praktik penahanan sewenang-wenang.

PBB Didesak Bertindak Lindungi Tahanan Palestina

Liga Arab meminta masyarakat internasional meningkatkan perhatian terhadap kondisi warga Palestina yang ditahan di fasilitas penjara Israel.

Desakan tersebut secara khusus ditujukan kepada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Majelis Umum PBB.

Kedua lembaga itu diminta mengambil langkah untuk melindungi tahanan Palestina serta mendorong pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Liga Arab menegaskan pentingnya tindakan internasional untuk mengakhiri impunitas terhadap dugaan kekerasan di fasilitas penahanan.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum terdapat tanggapan langsung dari Israel mengenai tuduhan yang dilontarkan Liga Arab.

Penjara Ramla berada di wilayah Israel tengah dan dikelola oleh Layanan Penjara Israel.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026