HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Ekuador Daniel Noboa Berlakukan Jam Malam di Lima Provinsi untuk Tekan Kekerasan Geng Kriminal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Presiden Ekuador Daniel Noboa Berlakukan Jam Malam di Lima Provinsi untuk Tekan Kekerasan Geng Kriminal
Foto: (Sumber :Foto yang diambil pada 22 Oktober 2026 menunjukkan personel militer Ekuador dikerahkan di dekat penjara El Inca, di Quito utara, ibu kota Ekuador. ANTARA/Xinhua/Ricardo Landeta.)

Pantau - Presiden Ekuador Daniel Noboa resmi memberlakukan jam malam di lima provinsi pesisir yang dilanda kekerasan sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan aktivitas kelompok kriminal, serangan bersenjata, penculikan, dan pembunuhan yang terus mengancam keamanan masyarakat.

Kebijakan tersebut diterapkan melalui perintah eksekutif yang mencakup Provinsi Guayas, Manabi, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas.

Provinsi Guayas menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena merupakan lokasi Guayaquil, kota dengan jumlah penduduk terbesar di Ekuador.

Berdasarkan ketentuan pemerintah, masyarakat di lima provinsi tersebut diwajibkan tetap berada di dalam rumah mulai pukul 00.00 hingga 05.00 waktu setempat.

Pemberlakuan jam malam juga disertai operasi khusus antikejahatan yang bertujuan mengendalikan situasi keamanan di wilayah terdampak.

Lima Provinsi Pesisir Ekuador Dikenai Pembatasan Aktivitas Malam

Pemerintah Ekuador menetapkan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hingga dini hari untuk mengurangi risiko kekerasan di sejumlah wilayah pesisir.

Kelima provinsi yang menjadi sasaran kebijakan tersebut merupakan wilayah yang menghadapi persoalan keamanan akibat aktivitas kelompok kriminal.

Melalui perintah eksekutif Presiden Daniel Noboa, aparat keamanan mendapat tugas melaksanakan operasi khusus guna menekan tindak kejahatan.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta mematuhi ketentuan jam malam dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama periode pembatasan.

Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah penanganan kekerasan yang terjadi di berbagai daerah.

Pemberlakuan jam malam kali ini menjadi yang keempat sepanjang 2026 setelah pemerintah menerapkan pembatasan serupa pada Maret, Mei, dan September.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Ekuador masih mengandalkan pembatasan aktivitas masyarakat dan operasi keamanan sebagai bagian dari strategi menghadapi kelompok kriminal.

Jam Malam Diberlakukan Saat Libur Nasional Empat Hari

Kebijakan jam malam tersebut bertepatan dengan masa libur nasional selama empat hari yang dimulai pada Sabtu (31/10/2026).

Libur nasional itu diselenggarakan untuk memperingati Hari Arwah atau All Souls' Day serta peringatan kemerdekaan Cuenca.

Cuenca merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Ekuador dan terletak di wilayah selatan negara tersebut.

Pemerintah tetap menerapkan pembatasan aktivitas malam di lima provinsi pesisir meskipun masyarakat sedang menjalani masa libur nasional.

Selain bertepatan dengan libur panjang, kebijakan tersebut mulai diberlakukan sekitar empat pekan menjelang pelaksanaan pemilihan umum daerah.

Situasi keamanan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah Ekuador menjelang agenda politik tersebut.

Presiden Noboa Perketat Operasi Melawan Geng Narkoba

Presiden Daniel Noboa telah berulang kali menetapkan keadaan pengecualian dan memberlakukan jam malam di berbagai wilayah Ekuador sebagai bagian dari strategi pemberantasan kejahatan.

Kebijakan keamanan tersebut diterapkan baik dalam skala nasional maupun secara khusus di provinsi yang mengalami peningkatan kekerasan.

Sejak Januari 2024, pemerintahan Noboa menyatakan Ekuador berada dalam kondisi "konflik bersenjata internal" untuk menghadapi kelompok kriminal yang berkaitan dengan perdagangan narkoba.

Noboa juga menyebut kelompok-kelompok kriminal tersebut sebagai "teroris" karena aktivitas kekerasan yang dilakukan.

Penetapan kondisi konflik bersenjata internal menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan langkah keamanan dalam menghadapi organisasi kriminal.

Kelompok-kelompok tersebut dikaitkan dengan berbagai tindakan kekerasan, termasuk serangan menggunakan senjata api, penculikan untuk mendapatkan uang tebusan, serta pembunuhan.

Meningkatnya aksi kriminal tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus memperketat pengamanan di sejumlah wilayah.

Pemerintah Ekuador Terus Terapkan Kebijakan Keamanan Darurat

Pemberlakuan jam malam terbaru memperpanjang rangkaian kebijakan keamanan yang telah dijalankan pemerintahan Presiden Daniel Noboa sejak menghadapi peningkatan kekerasan akibat aktivitas geng kriminal.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, pemerintah telah menggunakan status keadaan pengecualian untuk memberikan ruang bagi pelaksanaan operasi keamanan.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai respons terhadap ancaman kelompok kriminal yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan berbagai tindak kekerasan.

Melalui pembatasan aktivitas mulai tengah malam hingga pukul 05.00, pemerintah berupaya mendukung pelaksanaan operasi antikejahatan di lima provinsi pesisir.

Hingga Senin (2/11/2026), kebijakan jam malam tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah Ekuador untuk menghadapi kekerasan bersenjata dan menjaga keamanan masyarakat menjelang pemilihan umum daerah.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026