
Pantau - Amerika Serikat (AS) bersiap meminta negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meningkatkan kontribusi pendanaan untuk pembelian senjata bagi Ukraina setelah program pengadaan persenjataan mengalami kekurangan anggaran sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp36,3 triliun.
Rencana tersebut dilaporkan Bloomberg pada Senin (2/11/2026), berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal antara Washington dan negara-negara sekutunya.
Pemerintah AS disebut akan meminta tambahan dana melalui program Prioritized Ukraine Requirements List (PURL), yang memungkinkan negara-negara NATO membiayai pembelian persenjataan buatan Amerika Serikat untuk dikirimkan ke Ukraina.
Permintaan tambahan pendanaan itu diperkirakan dapat disampaikan paling cepat pada November 2026.
Program Pembelian Senjata Ukraina Kekurangan Dana Rp36,3 Triliun
Menurut laporan Bloomberg, Washington telah memberikan sinyal kepada sejumlah negara anggota NATO mengenai rencana permintaan tambahan kontribusi.
Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut program PURL mengalami kekurangan dana sekitar 2 miliar dolar AS untuk membiayai paket persenjataan yang telah disetujui.
Namun, jumlah pasti tambahan dana yang akan diminta Amerika Serikat kepada para sekutunya belum diumumkan.
Kekurangan pendanaan tersebut terjadi karena kontribusi negara-negara peserta belum mampu mengimbangi nilai persenjataan yang telah dikirimkan.
Sumber-sumber Bloomberg menyampaikan informasi itu dengan syarat identitas mereka dirahasiakan karena pembahasan masih berlangsung secara tertutup.
Pentagon Tetap Kirim Senjata meski Dana Belum Terpenuhi
Meski menghadapi kekurangan anggaran, Amerika Serikat dilaporkan tetap melanjutkan pengiriman persenjataan ke Ukraina.
Pentagon disebut tidak menunggu seluruh kontribusi pendanaan dari negara-negara sekutu terkumpul sebelum mengirimkan peralatan militer.
Kondisi tersebut berpotensi memperbesar kekurangan dana apabila Pentagon menyetujui paket pengiriman senjata tambahan.
Melalui mekanisme PURL, negara-negara anggota NATO yang berpartisipasi menyumbangkan dana untuk membeli senjata dan peralatan militer produksi Amerika Serikat.
Persenjataan yang dibeli melalui program tersebut kemudian dikirimkan kepada Ukraina untuk mendukung kebutuhan pertahanannya.
Pengiriman sebelumnya mencakup sistem pertahanan udara serta berbagai perlengkapan militer yang dibutuhkan pasukan Ukraina dalam perang melawan Rusia.
NATO Jadi Sumber Pendanaan Penting bagi Persenjataan Ukraina
Program PURL menjadi salah satu instrumen utama NATO dalam mendukung kemampuan pertahanan Ukraina.
Melalui skema tersebut, negara-negara sekutu dapat membantu pengadaan persenjataan tanpa harus memasok seluruh peralatan langsung dari persediaan militer masing-masing.
Amerika Serikat berperan sebagai pemasok persenjataan, sedangkan negara-negara peserta program menyediakan pembiayaan pembelian.
Namun, laporan Bloomberg menunjukkan bahwa kebutuhan persenjataan Ukraina saat ini lebih besar dibandingkan dana yang telah tersedia melalui mekanisme tersebut.
Washington karena itu berupaya memperoleh komitmen tambahan dari para sekutunya agar pengadaan senjata tetap berjalan.
Bantuan Militer AS Berlanjut di Tengah Ketegangan Trump dan Zelenskyy
Rencana penambahan dana juga menunjukkan bahwa dukungan militer Amerika Serikat kepada Ukraina masih berlangsung.
Hal tersebut terjadi meskipun hubungan politik antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diwarnai ketegangan.
Menurut Bloomberg, Pentagon tetap mempertahankan pengiriman persenjataan meski kontribusi pendanaan negara-negara NATO belum sebanding dengan laju pengiriman peralatan militer AS.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada kepastian mengenai besaran kontribusi tambahan yang akan diminta maupun keputusan akhir negara-negara anggota NATO.
- Penulis :
- Aditya Yohan




