HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Korea Utara dan Korea Selatan Buka Kembali Komunikasi untuk Cegah Konflik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Korea Utara dan Korea Selatan Buka Kembali Komunikasi untuk Cegah Konflik
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Semenanjung Korea. (ANTARA/AIGen/BPY).)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan Korea Utara dan Korea Selatan segera membuka kembali saluran komunikasi, termasuk hubungan antarmiliter, guna mencegah kesalahpahaman dan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Seruan tersebut disampaikan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan pada Kamis (5/11/2026), menyusul kekhawatiran terhadap situasi keamanan di kawasan perbatasan kedua negara.

Guterres menilai komunikasi langsung antara Pyongyang dan Seoul diperlukan untuk mengurangi risiko insiden yang tidak disengaja serta membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.

PBB Khawatir Ketegangan di Zona Demiliterisasi Meningkat

Stephane Dujarric menyampaikan bahwa Sekjen PBB terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Semenanjung Korea.

Perhatian tersebut terutama tertuju pada potensi peningkatan ketegangan di zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

"Sekjen (Guterres) tetap prihatin dengan situasi di Semenanjung Korea, termasuk potensi meningkatnya ketegangan di zona demiliterisasi. Sekjen mendorong pihak-pihak terkait untuk memulai kembali saluran komunikasi, termasuk antar-militer mereka," kata Dujarric kepada para wartawan.

Menurut PBB, saluran komunikasi yang berfungsi dapat membantu kedua negara menyampaikan informasi secara langsung ketika terjadi persoalan keamanan.

Komunikasi tersebut juga diperlukan untuk mencegah kesalahan penilaian terhadap tindakan militer masing-masing pihak.

PBB menilai kesalahpahaman dalam situasi ketegangan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya insiden di kawasan perbatasan.

Dialog Diplomatik Dinilai Penting untuk Menjaga Perdamaian

Dujarric menegaskan bahwa Korea Utara dan Korea Selatan perlu kembali membangun komunikasi untuk mengurangi risiko konflik.

Menurutnya, hubungan komunikasi antarmiliter menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah insiden yang tidak disengaja.

Selain komunikasi keamanan, PBB juga mendorong kedua negara membuka ruang keterlibatan diplomatik.

Dujarric menyatakan bahwa dialog tetap menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan ketegangan dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Seruan tersebut menegaskan posisi PBB yang mengutamakan penyelesaian ketegangan melalui komunikasi dan diplomasi.

Korea Utara Lakukan Sejumlah Uji Coba Rudal

Kekhawatiran PBB muncul di tengah aktivitas pengujian persenjataan yang dilakukan Korea Utara dalam beberapa hari terakhir.

Pyongyang dilaporkan telah beberapa kali meluncurkan rudal untuk menguji kemampuan senjata dan sistem persenjataan yang dimilikinya.

Salah satu pengujian tersebut melibatkan rudal jelajah strategis jarak jauh yang diluncurkan dari kapal selam.

Korea Utara juga menguji sistem pertahanan udara baru sebagai bagian dari kegiatan pengembangan persenjataannya.

Rangkaian uji coba tersebut menjadi bagian dari perkembangan keamanan yang mendapat perhatian di Semenanjung Korea.

Di tengah situasi itu, PBB kembali meminta kedua negara memulihkan saluran komunikasi untuk mencegah kesalahan perhitungan dan membuka jalan bagi dialog diplomatik.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026