
Pantau - Empat negara Arab, yakni Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania, mengecam dugaan upaya serangan rudal balistik kelompok Houthi Yaman ke wilayah Madinah, Arab Saudi, serta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Riyadh dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negaranya.
Kecaman tersebut muncul setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan keberhasilan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang disebut diluncurkan menuju Madinah.
Koalisi Arab Saudi juga menyatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi di Provinsi Timur Arab Saudi.
Insiden tersebut memicu reaksi sejumlah negara Timur Tengah karena Madinah merupakan salah satu kota suci umat Islam yang menjadi tujuan jutaan peziarah dari berbagai negara.
Meski demikian, kelompok Houthi membantah tuduhan bahwa mereka telah menargetkan wilayah Madinah dalam serangan tersebut.
Qatar dan Kuwait Kecam Upaya Serangan Rudal ke Madinah
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam dugaan peluncuran rudal balistik menuju Madinah dan menyebut tindakan tersebut sebagai provokasi terhadap umat Islam.
Pemerintah Qatar menilai upaya serangan itu berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sipil sekaligus melanggar kedaulatan Arab Saudi dan ketentuan hukum internasional.
Doha juga menegaskan solidaritas penuh terhadap pemerintah Arab Saudi dalam menghadapi ancaman keamanan yang dapat membahayakan wilayah dan penduduknya.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan dukungan terhadap seluruh tindakan sah yang dilakukan Riyadh untuk melindungi kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, serta kepentingan nasional kerajaan.
Sikap serupa disampaikan pemerintah Kuwait yang mengecam dugaan serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi.
Kuwait juga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Melalui Kementerian Luar Negerinya, Kuwait menegaskan dukungan terhadap langkah pencegahan yang dilakukan Arab Saudi untuk menjaga keamanan wilayah serta melindungi keselamatan warga negara dan penduduknya.
Bahrain Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak Tegas
Pemerintah Bahrain turut menyampaikan kecaman terhadap dugaan upaya penargetan wilayah Madinah menggunakan rudal balistik.
Bahrain menilai serangan yang diarahkan ke kota tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil dan pengunjung Masjid Nabawi.
Selain menimbulkan ancaman keamanan, Bahrain memandang tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci umat Islam.
Pemerintah Bahrain mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas untuk menghentikan serangan kelompok Houthi.
Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan penduduk dan pengunjung kawasan suci di Arab Saudi.
Sementara itu, pemerintah Yordania juga mengecam dugaan upaya serangan rudal menuju Madinah yang dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan Arab Saudi.
Amman menyebut tindakan tersebut sebagai provokasi terhadap umat Islam dan menegaskan dukungannya terhadap langkah pemerintah Arab Saudi dalam melindungi wilayah serta keselamatan masyarakat.
Dengan demikian, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania menyampaikan sikap yang sejalan dalam mendukung keamanan Arab Saudi menyusul laporan pencegatan rudal tersebut.
Houthi Bantah Targetkan Madinah dalam Serangan Rudal
Di tengah kecaman sejumlah negara Arab, kelompok Houthi Yaman membantah tuduhan bahwa mereka telah melancarkan serangan yang menargetkan kota suci Madinah.
Bantahan tersebut muncul setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan pencegatan rudal balistik dan penghancuran pesawat nirawak yang dikaitkan dengan kelompok tersebut.
Sebelumnya, kelompok Houthi dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi juga terlibat serangkaian serangan berskala besar pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam perkembangan tersebut, Houthi mengeklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah Arab Saudi.
Pada saat bersamaan, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara intensif terhadap sejumlah wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Serangan udara tersebut dilaporkan menimbulkan sejumlah korban di wilayah yang menjadi sasaran operasi militer.
Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2014
Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi berkaitan dengan konflik berkepanjangan di Yaman yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Perang saudara di Yaman meningkat setelah kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya pada September 2014.
Perkembangan tersebut kemudian mendorong keterlibatan koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mulai mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada Maret 2015.
Sejak saat itu, konflik Yaman melibatkan berbagai operasi militer, termasuk serangan udara, peluncuran rudal, dan penggunaan pesawat nirawak.
Laporan dugaan serangan rudal menuju Madinah menjadi perkembangan terbaru dalam ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sementara empat negara Arab telah menyampaikan kecaman dan solidaritas kepada Riyadh, kelompok Houthi tetap membantah tuduhan bahwa Madinah merupakan sasaran serangannya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




