Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Wamenekraf Irene Umar Dukung Pembentukan Asosiasi Sulih Suara Nasional untuk Perkuat Ekosistem Voiceover

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenekraf Irene Umar Dukung Pembentukan Asosiasi Sulih Suara Nasional untuk Perkuat Ekosistem Voiceover
Foto: (Sumber: Arsip foto - Wakil Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional Irene Umar memberikan keterangan saat konferensi pers peluncuran logo Imlek Festival 2026 di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar).)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem sulih suara (voiceover) di Indonesia, salah satunya melalui dorongan pembentukan asosiasi sulih suara nasional.

Dorong Asosiasi dan Sertifikasi, Hadapi Tantangan AI

"Pembentukan asosiasi sulih suara akan berhadapan langsung dengan pasar sehingga bisa membantu untuk membentuk pasar yang menjadikan talenta sulih suara lebih dianggap, karena apresiasi terhadap voiceover masih jarang," ujar Irene.

Asosiasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengembangan talenta sulih suara agar lebih produktif dan berdaya saing, sekaligus menjadi wadah kolaborasi dan pelatihan bagi aktor suara dari berbagai tingkatan.

Wamenekraf juga mengadakan pertemuan strategis bersama Voice Institute Indonesia (VII) guna membahas peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan profesi ini.

Penguatan ekosistem sulih suara tidak hanya mencakup pembentukan asosiasi, tetapi juga sertifikasi profesi dan perluasan akses pasar, baik nasional maupun global.

Pertemuan juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri sulih suara saat ini, seperti meningkatnya penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi mengancam peran manusia dalam pengisian suara.

Wamenekraf menekankan pentingnya menjaga otentisitas suara manusia dan memberikan ruang tumbuh bagi individu berbakat.

Menjangkau Puluhan Ribu Talenta, Kolaborasi Kunci Penguatan Industri

Kemenekraf mengapresiasi kiprah Voice Institute Indonesia dalam membangun komunitas aktif di bidang sulih suara, yang telah menjangkau lebih dari 45.847 penyuka sulih suara dari berbagai provinsi.

"Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi menjadi kunci penguatan ekosistem yang menghidupkan ruang bagi talenta di daerah untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri," kata Irene.

Sebelumnya, Kemenekraf dan VII telah meluncurkan program Road to Wonder Voice of Indonesia 2025 yang digelar di berbagai kota dan berhasil menarik lebih dari 7.200 pendaftar.

Pendiri VII, Bimo Kusumo Yudho, juga menegaskan pentingnya kehadiran asosiasi sulih suara yang dapat memberikan advokasi hukum, peningkatan kapabilitas, dan akses dukungan dari negara.

Program ini diharapkan menjaring lebih banyak talenta muda, memperkuat posisi voiceover sebagai profesi yang strategis dalam industri kreatif nasional, serta menjawab tantangan global melalui pendekatan kolaboratif.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti