
Pantau - Rockstar Games mengumumkan bahwa Grand Theft Auto VI (GTA 6) akan membawa pemain kembali ke Vice City, kota ikonik yang pernah populer dalam gim versi PlayStation 2.
Namun, berbeda dari pendahulunya, Vice City dalam GTA 6 hanya menjadi satu bagian dari wilayah yang lebih luas di dalam negara bagian fiktif bernama Leonida yang terinspirasi dari Florida, Amerika Serikat.
Negara bagian Leonida dirancang secara mendetail dan mencakup kota besar, kawasan industri, lahan rawa, perbukitan, pelabuhan, hingga gugusan kepulauan.
Wilayah di sekitar Vice City meliputi Leonida Keys, Grassrivers, Port Gellhorn, Ambrosia, dan Mount Kalaga.
Leonida Keys digambarkan sebagai rangkaian pulau tropis dengan gaya hidup santai namun penuh bahaya, lengkap dengan bar tepi jalan dan area eksplorasi satwa liar. Pemain juga dapat melakukan aktivitas selam skuba untuk melihat penyu di perairan dalam.
Grassrivers menjadi kawasan rawa liar yang dihuni aligator berbahaya. Untuk menjelajahinya, pemain membutuhkan kendaraan khusus seperti perahu rawa atau motor trail guna menembus hutan bakau lebat.
Port Gellhorn hadir sebagai wilayah pinggiran terbengkalai yang dipenuhi aktivitas kriminal kelas bawah di antara mal tua dan motel murah.
Ambrosia menjadi pusat ekonomi industri dengan kilang gula besar bernama Allied Crystal yang disebut berada di bawah pengaruh geng motor Final Chapter MC.
Sementara itu, Mount Kalaga menawarkan aktivitas luar ruangan seperti berburu, memancing, hingga bermain kayak di sungai pegunungan, dengan latar komunitas unik yang terdiri dari kelompok radikal dan spiritualis.
Vice City sebagai pusat urban menampilkan suasana metropolitan modern yang tidak pernah tidur dan mencerminkan kemewahan Amerika masa kini.
Cakrawala kota didominasi lampu neon, bianglala raksasa, serta gedung olahraga besar yang memperkuat kesan kota hiburan pesisir.
Grand Theft Auto VI dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026 untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





