
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur jadwal mudik bersama agar tidak berlangsung bersamaan dan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas pada arus Lebaran 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan antusiasme mudik bersama yang digelar swasta maupun kementerian dan lembaga tahun ini cukup tinggi.
“Ternyata kali ini antusiasme mudik bersama oleh swasta maupun kementerian/lembaga itu cukup tinggi," ujarnya.
Ia menyampaikan jadwal mudik bersama akan diatur agar tidak bersamaan sehingga tidak terjadi kepadatan ekstrem seperti sebelumnya.
"Sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa seperti pada waktu itu tanggalnya diatur,” ungkapnya.
Pramono menambahkan jadwal mudik bersama direncanakan dimulai sejak pertengahan Maret untuk menghindari penumpukan kendaraan.
“Mulai dengan tanggal belasan apakah tanggal 11, 12, 13, 14, 15, dan seterusnya. Karena mulai Work From Everywhere-nya kan tanggal 13. Inilah yang kita gunakan untuk mengatur mudik bersama di Jakarta," jelasnya.
Pada Rabu 18 Februari, Pramono telah bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas kesiapan angkutan Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional saat Lebaran.
Sebagian besar perjalanan mudik nasional tercatat berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan tujuan favorit ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Dengan potensi pergerakan yang besar tersebut, Dudy meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan maksimal demi kelancaran angkutan Lebaran 2026.
"Salah satunya kami berharap adanya posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026, guna memastikan kesiapan armada ramp check dan simpul transportasi khususnya terminal Tipe A, pemeriksaan kesehatan awak kendaraan pengemudi, serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis," ujarnya.
Dudy juga mendorong peningkatan akses dan layanan angkutan feeder bagi pemudik serta pengawasan dan pengendalian rekayasa lalu lintas secara kondisional di titik rawan kemacetan melalui penempatan petugas dan pemantauan CCTV.
Pemerintah diminta memastikan kesiapan jalur alternatif dan kelancaran perjalanan pemudik serta menambah fasilitas umum di simpul transportasi terpadat seperti gerai makanan, bengkel kendaraan, dan toilet portabel.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Gerbang Tol Kalihurip Utama, dan Gerbang Tol Cikupa selama H-10 hingga H+11 mencapai 3,67 juta kendaraan.
Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu 18 Maret 2026 atau H-3 dengan jumlah sekitar 259.000 kendaraan.
Sementara itu, proyeksi lalu lintas masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Gerbang Tol Kalihurip, Gerbang Tol Ciawi, dan Gerbang Tol Cikupa selama H-10 hingga H+11 mencapai 3,54 juta kendaraan.
Prediksi puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin 24 Maret 2026 atau H+3 dengan jumlah sekitar 285.000 kendaraan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







