HOME  ⁄  Hiburan

Pameran “Warna Dasar Tiongkok” Hadir di Jakarta, Tampilkan 52 Lukisan Karya Petani dari Pedesaan China

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pameran “Warna Dasar Tiongkok” Hadir di Jakarta, Tampilkan 52 Lukisan Karya Petani dari Pedesaan China
Foto: (Sumber :Sebanyak 52 lukisan karya petani China ditampilkan dalam pameran bertajuk "Warna Dasar Tiongkok" yang digelar selama dua pekan mulai Jumat (12/6) di Art:1 New Museum, Kemayoran, Jakarta. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Sebanyak 52 lukisan karya petani dari berbagai wilayah pedesaan China dipamerkan dalam ajang bertajuk “Warna Dasar Tiongkok” yang berlangsung selama dua pekan mulai Jumat (12/6) di Art:1 New Museum, Kemayoran, Jakarta.

Karya Seni Angkat Kehidupan Agraris China

Pameran tersebut menghadirkan koleksi dari Museum Tiga Ngarai di Chongqing yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat, tradisi, perayaan, serta hubungan erat manusia dengan alam di kawasan pedesaan China.

Direktur Art:1 New Museum, Monica Gunawan, mengatakan, “Meski berasal dari wilayah yang berbeda-beda, tema yang dihadirkan terasa dekat dengan kita, terutama karena Indonesia dan China sama-sama memiliki akar budaya agraris yang kuat, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta memiliki hubungan yang erat dengan alam dan tradisi.”

Puluhan karya yang dipamerkan berasal dari empat kampung lukisan rakyat modern utama di China, yakni Dongfeng di Jilin, Huxian di Shaanxi, Jinshan di Shanghai, dan Qijiang di Chongqing.

Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia dan China

Perwakilan Museum Tiga Ngarai Chongqing, Li Xiaosong, menyebut pameran tersebut menjadi sarana mempererat hubungan budaya antara masyarakat kedua negara.

“Hari ini, lukisan petani China melintasi gunung dan laut menuju Jakarta. Ini bukan hanya sebuah pameran, melainkan juga sebuah undangan dari desa-desa di China yang secara tulus mengundang teman-teman Indonesia untuk memasuki ladang, halaman, perayaan, dan impian kami,” ungkapnya.

Selain menikmati pameran secara gratis, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas seni tradisional seperti rubbing dan seni gunting kertas untuk mengenal lebih dekat warisan budaya China.

Penulis :
Aditya Yohan