HOME  ⁄  Hiburan

Festival Tulungagung Distorsi 2026 Hadirkan Power Metal dan Puluhan Band Rock serta Punk

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Festival Tulungagung Distorsi 2026 Hadirkan Power Metal dan Puluhan Band Rock serta Punk
Foto: Personel Power Metal menjawab pertanyaan awak media di Jong Java Cafe , Tulungagung, Jumat (26/6/2026). Komunitas pecinta musik rock Tulungagung (Tulungagung Rock Community/TRC)

Pantau - Komunitas pecinta musik rock Tulungagung, Tulungagung Rock Community (TRC), menggelar Festival Tulungagung Distorsi 2026 dengan menghadirkan 21 band rock dan punk, termasuk grup legendaris Power Metal sebagai bintang tamu utama, di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, pada Sabtu, 28 Juni 2026.

Festival tersebut juga menghadirkan sejumlah band nasional, seperti Marjinal dan Red Spider, serta belasan band lokal dari berbagai daerah.

Penyelenggara Tulungagung Distorsi, Andi Mahifal, mengatakan festival digagas sebagai ruang berekspresi bagi komunitas musik rock dan metal sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem musik independen di Tulungagung.

Menurut Andi, selama ini belum ada kegiatan yang secara khusus mewadahi musik rock dan metal di Tulungagung.

Ia berharap festival tersebut menjadi ruang bagi para musisi dan komunitas musik rock serta berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai komunitas musik dari seluruh Jawa Timur.

Festival itu juga diharapkan mampu memperkuat jejaring antarmusisi dan komunitas rock di daerah.

Power Metal Siapkan Penampilan Khusus

Panitia menyediakan sekitar 2.000 lembar tiket dengan harga early bird sebesar Rp65 ribu dan presale tahap kedua Rp100 ribu, serta penjualan langsung di lokasi pada hari pelaksanaan.

Gitaris Power Metal, Ipung, mengatakan grupnya telah menyiapkan sekitar 10 lagu untuk dibawakan dalam festival tersebut.

Penampilan Power Metal akan diperkuat oleh dua vokalis, Arul dan Bais, yang dijadwalkan tampil bersama dalam format featuring.

Ipung berharap Power Metal dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus mendukung perkembangan musik rock dan metal di daerah.

Hidupkan Semangat Musik Rock Indonesia

Festival Tulungagung Distorsi 2026 menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat musik rock di Indonesia.

Musik rock mulai berkembang di Indonesia pada awal 1970-an setelah sebelumnya masuk sebagai tren musik Barat sejak era 1950-an.

Pada masa Orde Lama, musik rock sempat mengalami pelarangan sebelum berkembang menjadi simbol perlawanan dan kebebasan berekspresi.

Memasuki masa transisi menuju Orde Baru, sejumlah grup pelopor seperti God Bless, The Rollies, AKA, dan Duo Kribo memadukan karakter rock Barat dengan unsur budaya lokal sehingga membentuk fondasi kuat musik rock Indonesia.

Pada dekade 1990-an, musik rock mencapai masa keemasannya dengan hadirnya band-band seperti Slank, Boomerang, dan Jamrud yang menjadi ikon musik rock nasional.

Sejak era 2000-an hingga sekarang, musik rock terus berkembang ke berbagai subgenre dengan kehadiran band-band independen yang memperkaya warna musik rock Indonesia sekaligus menjaga eksistensinya di tengah perubahan tren industri musik.

Penulis :
Gerry Eka