
Pantau - Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 digelar di Prabuwangi Park Arcamanik, Bandung, pada Minggu, dengan menghadirkan nostalgia formasi ke-14 Slank sekaligus mendorong kebangkitan industri kreatif serta ekonomi akar rumput melalui kolaborasi bersama musisi lokal dan nasional.
Konser tersebut menjadi salah satu rangkaian tur yang mempertemukan Slank dengan para penggemarnya di Bandung yang memiliki ikatan emosional kuat dalam perjalanan karier grup musik tersebut.
Bandung Menjadi Saksi Sejarah Formasi Slank
Gitaris Slank, Ridho, mengenang penampilan perdana formasi Slank saat ini di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, pada 1997.
" Saat itu di Sabuga tahun 1997, formasi Slank yang saat ini pertama kali manggung ya di Bandung. Inget banget, saat itu ngecat-ngecat rambut sama Ivan.", ungkap Ridho.
Vokalis Slank, Kaka, membenarkan konser di Sabuga pada 1997 menjadi ujian sekaligus tonggak sejarah bagi personel baru saat itu.
"Saat itu Ridho langsung dapat PR (mengulik) 30 lagu (untuk manggung di Bandung).", kata Kaka.
Kolaborasi Musisi Lokal Dorong Ekonomi Kreatif
Nostalgia dalam konser tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga diadopsi oleh produsen rokok domestik HS untuk menggerakkan sektor padat karya serta memberikan ruang kolaborasi bagi musisi lokal.
Konser sesi ke-8 di Bandung menghadirkan sembilan grup musik, jumlah terbanyak dibandingkan tujuh kota sebelumnya.
Tiga grup musik lokal Bandung yang tampil sebagai local heroes yakni DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko.
Manajer DT09, Reza, menilai ruang kolaborasi tersebut penting bagi regenerasi musisi lokal yang tumbuh dari akar rumput.
"Kami grup musik yang juga lahir dari grassroot, lahir dari tribun (Persib Bandung), bobotoh (suporter Persib).", ujar Reza.
Pendiri sekaligus vokalis Stand Here Alone (SHA), Mbenk, mengaku telah menjadi Slankers sejak era album PLUR pada 2004 dan merasa bangga dapat tampil di panggung yang sama bersama Slank.
"Jadi SHA ini tetap ada alur darahnya Slank, saya tidak akan pernah melewatkan momen ini.", ungkap Mbenk.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan Bandung dipilih sebagai salah satu titik penting dalam tur karena memiliki potensi ekonomi makro yang besar.
"Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi.", kata Tessa.
Dalam konser tersebut, Slank juga berkolaborasi dengan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, serta Mahalara.
- Penulis :
- Gerry Eka





