
Pantau - Festival Bunga dan Buah Karo 2026 di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi etalase potensi hortikultura daerah sekaligus mendorong peningkatan ekonomi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai atraksi serta pameran produk lokal.
Parade Bunga dan Buah Tarik Ribuan Pengunjung
Puluhan kendaraan yang dihiasi rangkaian bunga dan buah memadati jalan utama Berastagi pada akhir Juli 2026 dan disaksikan ribuan warga serta wisatawan.
Berbagai kendaraan hias menampilkan krisan, kubis, wortel, jeruk, hingga ornamen patung kerbau yang dirangkai menjadi daya tarik utama festival.
Para peserta mengenakan pakaian adat Karo dan daerah lain, sementara masyarakat mengabadikan kemeriahan parade yang menjadi bagian dari promosi pariwisata dan hasil bumi Kabupaten Karo.
Festival tersebut juga menghadirkan 82 stan yang menampilkan beragam produk, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, produk kreatif, hingga aneka olahan pangan lokal hasil karya pelaku UMKM.
Petani dan UMKM Rasakan Dampak Positif
Petani bunga asal Karo, Karya Jaya Ginting, mengaku permintaan bunga meningkat selama festival berlangsung.
Ia mengungkapkan, "Naik 40 persen dari hari biasa, atau (bertambah) sekitar 2.000 tangkai. Paling banyak diminati adalah bunga krisan warna kuning dan putih."
Menurut Karya, meningkatnya permintaan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan bunga hasil budidaya petani Karo kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Pelaku UMKM Junianti Surbakti juga memanfaatkan festival untuk mempromosikan produk olahan berbahan stroberi, blackberry, dan raspberry yang dilapisi cokelat kepada para wisatawan.
Festival Bunga dan Buah Karo menjadi ajang promosi sektor hortikultura sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah melalui kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



