
Pantau - Kementerian Kebudayaan akan mengirim tim dari Galeri Nasional untuk meninjau kondisi serta kebutuhan konservasi karya-karya di Museum Le Mayeur, Kota Denpasar, Bali.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan lokasi museum yang berada di kawasan pesisir menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kondisi karya pelukis Adrien Jean Le Mayeur de Merpres.
"Lukisan Le Mayeur merupakan lukisan yang otentik. Tentu karena ini berada di pinggir pantai, mempunyai tantangan tersendiri di dalam pemeliharaan dan konservasinya," kata Fadli Zon dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu.
Sejumlah karya di Museum Le Mayeur memerlukan penanganan konservasi lebih lanjut, khususnya karena mengalami perubahan dan pemudaran warna.
"Salah satu tantangannya adalah memudarnya warna-warna. Karena kalau kita lihat warna aslinya, ini kan sangat kuat sekali. Tapi di bawah juga kita lihat tadi ada warna-warna yang memudar. Terutama yang bahannya atau medianya itu adalah karung atau bakor, yang memang pada masa Perang Dunia II sangat langka untuk mendapatkan kanvas,” ujar Fadli Zon.
Konservasi Ditujukan Menjaga Keaslian Karya
Fadli menyebut konservasi terhadap karya Le Mayeur menjadi pekerjaan penting untuk menjaga keasliannya, termasuk mempertahankan karakter dan warna lukisan agar mendekati kondisi asli.
Selain persoalan konservasi, Fadli menyoroti tingkat kunjungan ke Museum Le Mayeur yang masih relatif rendah dengan rata-rata sekitar 100 pengunjung setiap bulan.
Pengunjung museum saat ini didominasi wisatawan asing, khususnya wisatawan yang berasal dari Eropa.
Fadli menilai promosi perlu diperkuat agar sosok, perjalanan hidup, dan karya Le Mayeur semakin dikenal masyarakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap koleksi museum.
Museum Le Mayeur Simpan 88 Karya Seni
Museum Le Mayeur merupakan museum seni lukis yang menyimpan perjalanan hidup dan karya Le Mayeur, pelukis asal Belgia yang menetap di Bali sejak 1933.
Le Mayeur kemudian menikah dengan Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang juga menjadi model utama dalam sejumlah karya lukisannya.
Keduanya membangun rumah di pesisir Pantai Sanur yang kemudian menjadi tempat Le Mayeur menghasilkan berbagai lukisan bergaya impresionisme.
Karya-karya tersebut banyak menggambarkan perempuan Bali, kehidupan masyarakat, ekspresi budaya, serta keindahan alam.
Museum Le Mayeur kini menjadi ruang pelestarian yang menyimpan 88 karya seni beserta berbagai aset peninggalan sang maestro.
- Penulis :
- Gerry Eka




