
Pantau - Sutradara Bene Dion Rajagukguk mengangkat keindahan alam dan potensi pariwisata Sumatera Utara melalui film musikal Pulang Kampung, yang menampilkan sejumlah destinasi wisata ikonik serta kekayaan budaya Batak dalam rangkaian adegan medlei lagu.
Bene menjelaskan bahwa adegan musikal tersebut dirancang untuk memperkenalkan pesona Sumatera Utara melalui perpaduan musik, budaya, dan pemandangan alam.
"Kita mau tunjukkan pariwisata dan keindahan Sumatera Utara melalui adegan 'medley' ini," kata Bene dalam konferensi pers peluncuran cuplikan film di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Film produksi Imajinari tersebut mengambil sejumlah lokasi pengambilan gambar di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba, untuk memperlihatkan karakteristik budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Syuting Film Pulang Kampung Berlangsung 26 Hari di Sumatera Utara dan Jakarta
Produser Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa keseluruhan proses pengambilan gambar film berlangsung selama 26 hari.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 hari digunakan untuk pengambilan gambar di Sumatera Utara, sedangkan lima hari lainnya dilakukan di Jakarta.
Khusus untuk adegan medlei yang menampilkan berbagai lokasi wisata, tim produksi menghabiskan waktu selama empat hari.
Adegan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam film karena menggabungkan pertunjukan musik dengan latar keindahan alam dan aktivitas masyarakat Sumatera Utara.
Produser Dipa Andika menjelaskan bahwa tim produksi juga memberikan perhatian terhadap keaslian suasana di setiap lokasi pengambilan gambar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggunakan pemeran figuran berbeda untuk setiap lokasi agar sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.
Tim produksi tidak menggunakan kelompok figuran yang sama secara berulang karena ingin menjaga kesesuaian demografi warga di masing-masing tempat.
Ketika melakukan pengambilan gambar di kawasan lapo atau kedai tradisional Batak, misalnya, tim produksi melibatkan kelompok bapak-bapak setempat.
Sementara itu, untuk lokasi yang lebih banyak ditempati perempuan, tim menyesuaikan pemeran figuran dengan rentang usia sekitar 30 hingga 60 tahun.
Kelompok anak muda juga dilibatkan dalam pengambilan gambar di kawasan Danau Toba dan lokasi wisata air mancur.
"Kalau misalnya Bene melihat, 'Oh di sini biasanya dominannya ibu-ibu. Di sini kita pindah ibu-ibu, tapi umurnya mungkin 30 sampai 40 (tahun), di sana 50 (tahun), di tempat lain 60 (tahun). 'That's why' di setiap tempat kami enggak pakai 'extras' yang sama. 'Extras'-nya kami ganti di setiap tempat," kata Dipa Andika.
Musik Film Pulang Kampung Padukan Budaya Batak Toba, Karo, Simalungun, dan Pakpak
Selain menonjolkan destinasi wisata, film Pulang Kampung juga menghadirkan kekayaan musik tradisional dari berbagai kelompok etnis di Sumatera Utara.
Komposer Viky Sianipar bertanggung jawab merancang aransemen medlei yang memadukan unsur musik Batak Toba, Karo, Simalungun, hingga Pakpak.
Viky menjelaskan bahwa unsur musik Batak Toba mendominasi sekitar 80 persen komposisi, sedangkan unsur etnis lainnya dimasukkan melalui rangkaian aransemen medlei.
"Semua lengkap sih, karena pada dasarnya 80 persen ini Batak Toba ya. Tapi kenyataannya ada medlei itu yang mau menunjukkan unsur etnis," kata Viky Sianipar.
Perpaduan tersebut dirancang untuk memperlihatkan keragaman tradisi musik Sumatera Utara dalam satu rangkaian pertunjukan musikal.
Film Pulang Kampung secara keseluruhan akan menghadirkan sembilan lagu yang menjadi bagian dari alur cerita.
Viky juga menyinggung besarnya kebutuhan anggaran apabila produksi musikal dibuat dengan standar internasional seperti film peraih Oscar, La La Land.
Menurut dia, produksi musikal dengan pendekatan tersebut berpotensi membutuhkan biaya hingga tiga kali lipat dibandingkan film yang biasa diproduksi.
"Bisa tiga kali film biasa," kata Viky Sianipar.
Empat Lagu Diperkenalkan, Film Pulang Kampung Tayang 26 November 2026
Dalam peluncuran cuplikan film Pulang Kampung, rumah produksi Imajinari turut memperkenalkan empat lagu yang akan hadir dalam film tersebut.
Keempat lagu itu berjudul "Jamila", "Pulo Samosir", "Tortorhon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang".
Tiga lagu, yakni "Jamila", "Tortorhon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang", juga mulai dirilis melalui akun media sosial resmi Imajinari pada Rabu (7/10/2026).
Publik dapat mengakses perilisan lagu tersebut melalui Instagram, YouTube, dan TikTok dengan nama akun @imajinari.id.
Film musikal Pulang Kampung dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Melalui perpaduan sembilan lagu, latar wisata Sumatera Utara, dan unsur budaya berbagai etnis Batak, film tersebut menjadi sarana bagi Bene Dion untuk memperkenalkan kekayaan daerah asalnya kepada penonton.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




