
Pantau - Seniman Indonesia dan Malaysia memperkuat hubungan persaudaraan kedua negara melalui Saga Nusantara Festival (SNF) 2026 yang berlangsung di Mukah, Sarawak, Malaysia, pada 21–25 Oktober 2026.
Festival tersebut mempertemukan seniman dari Solo, Yogyakarta, dan Pontianak dengan seniman Sarawak, khususnya masyarakat Melanau, dalam berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menyatakan kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Konsul Jenderal RI di Kuching Abdullah Zulkifli mengatakan festival tersebut untuk pertama kalinya mempertemukan tradisi masyarakat Melanau dengan kesenian Jawa dan budaya dari Pontianak.
“Saga Nusantara Festival merupakan upaya kolaborasi inovatif yang untuk pertama kalinya mempertemukan tradisi luhur masyarakat Melanau di Mukah dengan keindahan seni Jawa dari Solo serta kekayaan ekspresi seni budaya dari Pontianak,” kata Abdullah Zulkifli dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Minggu (25/10/2026).
Festival di Sarawak Perkenalkan Budaya Melanau dan Jawa
Saga Nusantara Festival 2026 mengusung tema "Warisan Bertemu Warisan: Melanau x Jawa" sebagai bentuk kolaborasi budaya antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seni, musik, tarian, dan tradisi untuk memperkenalkan warisan budaya kedua masyarakat.
Abdullah menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi bahari masyarakat Melanau, filosofi kesenian Jawa, dan budaya masyarakat serumpun di Kalimantan.
“Festival ini menjadi ruang dialog budaya yang menyatukan tradisi bahari Melanau, filosofi seni Jawa, dan semangat persaudaraan serumpun di Pulau Kalimantan. Inilah bukti bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan persahabatan yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan karakteristik budaya Melanau dan Jawa dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya hubungan antarmasyarakat.
KJRI Kuching juga mengapresiasi keterlibatan para seniman yang memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui pertukaran kesenian.
Novia Bachmid dan Alffy Rev Meriahkan Saga Nusantara Festival
Sejumlah seniman Indonesia turut tampil dalam rangkaian Saga Nusantara Festival 2026 di Mukah.
Penyanyi Novia Bachmid, Alffy Rev, dan Farhad Hasan menjadi bagian dari pengisi acara yang memeriahkan festival tersebut.
Selain penampilan musisi, Program Studi Seni Pertunjukan FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, menghadirkan pertunjukan gamelan.
Para seniman dari Universitas Tanjungpura juga berkolaborasi dengan seniman lokal dalam menampilkan kesenian tradisional.
Dari Malaysia, kelompok Sri Ritma Gamelan dan Gemersik Kenyalang Gamelan turut berpartisipasi dalam rangkaian pertunjukan.
Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai bentuk kesenian Indonesia dan Malaysia dalam satu kegiatan budaya.
Tradisi Minum Teh Keraton Yogyakarta dan Tari Jawa Ditampilkan
Selain pertunjukan musik, festival tersebut memperkenalkan tradisi budaya dari Yogyakarta kepada masyarakat Sarawak.
Kelompok Sadar Wisata Patehan Yogyakarta menghadirkan pengalaman menikmati tradisi minum teh ala Keraton Yogyakarta melalui kegiatan Patehan Diraja Nusantara.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan warisan budaya Jawa kepada pengunjung festival.
Penari Boby Ary Setiawan bersama tim penari Jawa juga menampilkan kesenian tari tradisional.
Pertunjukan tari tersebut melibatkan kolaborasi dengan anak-anak setempat sebagai bagian dari pertukaran budaya.
Rangkaian festival kemudian ditutup dengan penampilan Kelab Peminat P. Ramlee Sarawak.
Festival Budaya Diharapkan Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Penyelenggara Saga Nusantara Festival 2026, Nur Faydyzah Abdul Aziz, menjelaskan bahwa Mukah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang berpotensi diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Kawasan tersebut dinilai memiliki warisan budaya yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kolaborasi antarseniman.
Sementara itu, Pengarah Tourism Malaysia Sarawak Rubiah Tul’Adwiyah Md Yusuf menilai festival tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan keberagaman budaya.
Rubiah hadir mewakili Menteri Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia Datuk Seri Tiong King Sing pada pembukaan festival.
Menurutnya, pertukaran seni, kuliner, dan tradisi dapat membantu mempererat hubungan masyarakat Melanau dan Jawa.
Ia juga menyoroti potensi budaya dan keindahan alam Sarawak untuk menarik wisatawan domestik maupun internasional.
Selain memperkenalkan seni tradisional, festival tersebut membuka peluang promosi produk lokal, kerajinan tangan, dan kreativitas pelaku usaha setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
KJRI Kuching Dorong Kerja Sama Budaya Berkelanjutan
KJRI Kuching berharap hubungan antarseniman dan komunitas budaya Indonesia serta Malaysia tidak berhenti setelah penyelenggaraan Saga Nusantara Festival 2026.
Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat membuka kesempatan pertukaran seni dan budaya yang lebih luas.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan masyarakat kedua negara melalui kesamaan akar budaya.
Melalui kerja sama berkelanjutan, seni dan budaya diharapkan terus menjadi sarana untuk mempererat persahabatan Indonesia dan Malaysia.
- Penulis :
- Gerry Eka




