
Pantau - Growth mindset adalah pola pikir dalam memandang keberhasilan atau kesuksesan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan yang berkelanjutan.
Growth mindset perlu diterapkan kepada anak agar anak memiliki pola pikir dalam memandang keberhasilan. Growth mindset juga menjadi landasan bagi anak agar dapat menguasai delapan winning skills yang dirumuskan bersama para ahli di bidangnya yaitu tim ahli psikolog anak personal growth serta dokter-dokter anak.
Kedelapan winning skills ini diantaranya perhatian, fokus, daya ingat, kemampuan berbahasa, kemampuan psikomotor, logika, penalaran, dan membuat keputusan.
Psikolog Ratih Ibrahim, M.M. memberikan kiat-kiat menumbuhkan growth mindset pada anak, salah satunya dengan menggunakan kata-kata yang sifatnya membangun.
"Alih-alih berkata 'bisa enggak', bisa diganti dengan kata 'belum bisa', 'nanti sebentar lagi bisa'," kata Ratih seperti dilansir ANTARA.
Adapun cara lainnya bisa dilakukan dengan memberi ruang untuk anak menyelesaikan masalah. Sebaiknya, anak jangan dibuat takut tetapi dibantu agar berbesar hati dan mau berusaha menemukan solusi yang kreatif.
Selain itu, orang tua juga perlu memiliki growth mindset misalnya dengan mendorong anak agar tidak menyerah. Orang tua perlu mendukung anak namun tetap memberi ruang pada mereka untuk mencoba memikirkan alternatif solusi. Hal ini karena orangtua perlu menjadi contoh atau teladan yang mempunyai sifat empati.
"Sebagai role model utama anak, orangtua perlu mencontohkan perilaku yang mencerminkan growth mindset dalam hidup keseharian, juga terus mendukung dan menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak, agar anak tumbuh optimal,” jelas Ratih.
Ratih berpendapat bahwa anak dengan growth mindset akan memungkinkannya untuk memaksimalkan potensi, mengatasi ketakutan dan kegagalan, memperkuat ketahanan mental, ingin terus belajar, dan meningkatkan kepercayaan diri. Dan orang tua berperan penting dalam menumbuhkan growth mindset pada anak.
Selain membagikan kiat menumbuhkan growth mindset pada anak, Ratih juga bagikan salah satu cara menghadapi anak tantrum.
"Saya ajak yuk bikin adonan roti. Roti kan semakin dibanting semakin pulen. Tonjok saja adonannya, habis itu lega. Sekarang bikin roti untuk pizza, nah itu senang dia (anak) lihat hasilnya," ujar Ratih, cara ini diketahui pernah ia praktekkan langsung pada buah hatinya di masa lalu.
"'Nanti kalau kesel bilang sama mama, nanti kita bisa melakukan sesuatu untuk kamu jadi anak yang asik'. Ini adalah tips yang secara langsung pernah saya lakukan buat anak-anak," jelasnya.
- Penulis :
- Latisha Asharani
- Editor :
- Latisha Asharani




