Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Kemenekraf Dukung Tumpeng Dikembangkan sebagai Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenekraf Dukung Tumpeng Dikembangkan sebagai Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan perwakilan Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung upaya menjadikan tumpeng dan karya gastronomi Indonesia sebagai kekayaan intelektual guna mendorong peningkatan ekonomi kreatif daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menerima perwakilan Indonesia Gastronomy Community di Autograph Tower, Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.

Ia menilai kekhasan tumpeng dapat menjadi fondasi kuat untuk dikembangkan sebagai Intellectual Property gastronomi nasional.

"Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

Kemenekraf juga mendukung IGC sebagai inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan kekayaan intelektual.

Penguatan UMKM dan Gastronomy Creative Hub

IGC yang dibentuk pada 2020 fokus pada penguatan merek gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara, dan pengembangan UMKM gastronomi.

Ketua Umum IGC periode 2023–2026 Ria Musiawan mengatakan, "IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi,".

Ia menambahkan, "Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret,".

Dalam pertemuan tersebut, IGC mengusulkan peningkatan kapasitas UMKM kuliner, pembangunan Gastronomy Creative Hub, model pameran berbasis pengalaman, serta integrasi gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif.

IGC juga mendorong pengembangan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengatakan, "Tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot project yang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional,".

Penulis :
Ahmad Yusuf