Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Sebut Puasa Ramadhan Dapat Tingkatkan Sensitivitas Insulin pada Penderita Diabetes

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Sebut Puasa Ramadhan Dapat Tingkatkan Sensitivitas Insulin pada Penderita Diabetes
Foto: (Sumber : Prof. dr. Hari Hendarto selaku spesialis penyakit dalam konsultan endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD Tangerang. ANTARA/irfan..)

Pantau - Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Eka Hospital BSD Tangerang Prof Hari Hendarto mengatakan penderita diabetes yang menjalankan puasa Ramadhan dengan pola yang benar dapat memperoleh dampak positif bagi sistem hormonal.

Menurut Prof Hari, puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada tubuh penderita diabetes.

"Puasa bagi penderita diabetes juga meningkatkan sensitivitas insulin. Sebab Puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola," kata Prof Hari Hendarto.

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat sel-sel tubuh lebih responsif terhadap insulin sehingga pengelolaan kadar gula darah menjadi lebih baik.

Selain itu puasa juga dapat membantu penurunan berat badan yang sehat pada penderita diabetes.

Penurunan berat badan tersebut dapat mengurangi lemak visceral yang menjadi salah satu faktor utama penyebab diabetes.

Puasa juga disebut dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah yang dikenal sebagai HbA1c secara bertahap.

Selain itu puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes.

Prof Hari mengatakan secara medis mayoritas penyandang diabetes tipe dua dengan gula darah yang terkontrol dengan baik diperbolehkan menjalankan puasa.

Namun keputusan tersebut harus didasarkan pada anjuran serta pemantauan dari dokter.

"Pasien dengan risiko sangat tinggi seperti penyandang diabetes tipe satu dengan gula darah tidak tidak terkontrol, pasien dengan gagal ginjal atau yang sedang hamil memerlukan penilaian khusus dari dokter," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu cara aman berpuasa bagi penderita diabetes adalah dengan memantau kadar gula darah secara mandiri dan rutin.

Pemeriksaan gula darah dianjurkan dilakukan pada pagi hari, siang hari, dan sore hari selama menjalankan puasa.

Prof Hari menegaskan pemeriksaan gula darah melalui tusukan jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama.

Penderita diabetes juga dianjurkan menerapkan pola minum 2-4-2 selama Ramadhan.

Pola tersebut dilakukan dengan minum dua gelas air saat berbuka puasa.

Empat gelas air diminum sepanjang malam.

Dua gelas air lainnya diminum saat sahur.

Pola tersebut bertujuan untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi ginjal.

Penderita diabetes disarankan segera membatalkan puasa apabila kadar gula darah berada di bawah 70 mg per desiliter.

Puasa juga harus segera dihentikan apabila kadar gula darah meningkat di atas 300 mg per desiliter.

Langkah tersebut perlu dilakukan karena keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah.

"Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur untuk mencegah hipoglikemia di siang hari, dan penyesuaian dosis saat berbuka," katanya.

Dari sisi nutrisi penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur.

Contoh karbohidrat kompleks antara lain nasi merah, gandum, dan sayuran.

Jenis makanan tersebut melepaskan gula secara perlahan di dalam tubuh.

Asupan tersebut sebaiknya dilengkapi dengan protein berkualitas agar rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

Saat berbuka puasa penderita diabetes disarankan menghindari fenomena makan berlebihan atau balas dendam.

Berbuka puasa dianjurkan dimulai dengan air putih.

Konsumsi kurma juga dianjurkan namun dibatasi maksimal satu hingga tiga butir.

Penderita diabetes disarankan menghindari gorengan dan kolak manis secara berlebihan.

Makanan sebaiknya dikonsumsi secara bertahap agar pankreas tidak mengalami tekanan mendadak.

"Puasa bisa menjadi momen transisi yang hebat untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan metabolisme namun, karena setiap penderita diabetes memiliki kondisi yang sangat personal, sehingga pendampingan atau konsultasi dari ahli adalah kunci utama keselamatan," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf