Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Pakar Trikologi Jelaskan Risiko Penutup Kepala Dipakai Terlalu Lama terhadap Kesehatan Rambut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pakar Trikologi Jelaskan Risiko Penutup Kepala Dipakai Terlalu Lama terhadap Kesehatan Rambut
Foto: (Sumber : Warga mengenakan penutup kepala saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa..)

Pantau - Mengenakan penutup kepala seperti topi, helm, atau hijab selama berjam-jam dapat memerangkap panas, mengurangi aliran udara, serta menimbulkan gesekan yang berpotensi menyebabkan kerontokan rambut.

Pakar trikologi Leonica Kei dari Leonica K Trichology menjelaskan penggunaan penutup kepala dalam waktu lama tidak secara otomatis menyebabkan rambut rontok.

Ia mengatakan, "Topi dan penutup kepala tidak menyebabkan kerontokan rambut kecuali jika terlalu ketat atau menimbulkan gesekan di area yang berulang kali bersentuhan dengan kepala Anda".

Menurutnya, lingkungan yang panas dan lembap akibat penggunaan penutup kepala terlalu lama dapat menimbulkan penumpukan keringat dan minyak pada kulit kepala.

Kondisi tersebut dapat memicu rasa gatal, pertumbuhan jamur berlebih, ketombe, peradangan, serta memperparah kerontokan rambut akibat ketidakseimbangan mikrobioma kulit kepala.

Ia menjelaskan, "Kulit kepala berfungsi paling baik ketika dapat ‘bernapas’ dalam arti sehari-hari – artinya berada di lingkungan dengan aliran udara yang baik dan lebih sedikit kelembapan yang terperangkap".

Gesekan berulang pada garis rambut, pelipis, belakang telinga, hingga ubun-ubun dapat menyebabkan ketegangan pada rambut yang dalam jangka panjang memicu alopecia traksi atau kerontokan akibat tarikan.

Jika setelah melepas penutup kepala terasa nyeri, kulit kepala sensitif, atau terlihat penipisan rambut di area tertentu, kondisi tersebut menjadi tanda ukuran penutup kepala perlu disesuaikan.

Bagi pengguna hijab di iklim lembap disarankan memilih bahan katun, linen, jerami, jaring, atau kain yang mampu menyerap keringat serta menghindari bahan poliester atau satin sintetis yang menahan panas.

Pengguna topi dan helm juga dianjurkan memastikan ukuran tidak terlalu ketat serta tidak meninggalkan bekas mencengkeram di kepala.

Penutup kepala perlu dibersihkan secara berkala agar tetap higienis karena penggunaan ulang tanpa dicuci berisiko memicu jamur.

Kei menyarankan memberi waktu istirahat bagi kulit kepala dengan melepas penutup kepala selama beberapa menit jika terasa panas atau gatal.

Perawatan kulit kepala secara rutin perlu dilakukan dengan keramas setidaknya sekali sehari atau sesuai kebutuhan untuk menghilangkan keringat dan minyak.

Kulit kepala harus benar-benar kering sebelum kembali mengenakan penutup kepala untuk mencegah masalah jamur.

Penggunaan tonik, serum, atau masker kulit kepala dapat membantu menjaga sirkulasi dan kesehatan rambut.

Produk rambut seperti wax, gel, dan hairspray sebaiknya dikurangi karena dapat menambah penumpukan kotoran di kulit kepala.

Sampo kering dapat digunakan sebagai solusi sementara untuk mengatasi akar rambut berminyak setelah lama memakai penutup kepala.

Ia menegaskan, "Ingatlah bahwa ini hanya solusi sementara, bukan pembersihan total. Selalu keramas dengan benar di akhir hari untuk menghindari residu dan penyumbatan folikel rambut".

Penulis :
Aditya Yohan