
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemanfaatan teknologi robotika dalam pelayanan kesehatan nasional dengan fokus utama memperkuat layanan rehabilitasi pasien dan penyintas stroke sebagai bagian dari transformasi teknologi kesehatan di Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya beban penyakit tidak menular, khususnya stroke, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia.
Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 3,9 juta penduduk Indonesia hidup dengan stroke pada 2023 dan penyakit tersebut menyebabkan lebih dari 337.000 kematian.
Indonesia juga menyumbang sekitar 6,5 persen beban disabilitas akibat stroke secara global.
Robotika Diperkuat untuk Mendukung Rehabilitasi Stroke
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes Yuli Farianti menegaskan bahwa teknologi robotik tidak ditujukan untuk menggantikan tenaga kesehatan.
"Robot tidak hadir untuk menggantikan tenaga kesehatan. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan mendukung kinerja tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif, presisi, dan berkelanjutan kepada pasien," ungkapnya.
Menurut Kemenkes, dampak stroke tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga menimbulkan gangguan fisik dan kognitif jangka panjang yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta kemandirian penyintas.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan layanan rehabilitasi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kemenkes menilai teknologi robotika memiliki peran strategis dalam mendukung rehabilitasi pasien stroke, mempercepat pemulihan fungsi tubuh, serta membantu proses pemulihan jangka panjang.
"Rehabilitasi bukan lagi layanan pelengkap. Rehabilitasi telah menjadi bagian esensial dari pelayanan kesehatan modern karena berperan penting dalam membantu pasien mendapatkan kembali fungsi dan kemandiriannya," kata Yuli.
Peningkatan kebutuhan rehabilitasi juga tercermin dari pembiayaan kesehatan yang terus bertambah.
Klaim pelayanan kesehatan terkait stroke tercatat meningkat signifikan dari Rp2,7 triliun menjadi Rp5,6 triliun hanya dalam waktu satu tahun.
Kemenkes Bangun Ekosistem Robotika Kesehatan Nasional
Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional, Kemenkes tengah membangun ekosistem robotika kesehatan yang terintegrasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, mitra industri, serta penyusunan berbagai kebijakan pendukung.
Program yang sedang disiapkan meliputi pembentukan Komite Nasional Robotika Kesehatan, pengembangan pusat pelatihan robotika kesehatan, pusat pelayanan robotika kesehatan, dan pusat inovasi robotika kesehatan.
Kemenkes juga menyiapkan kerangka regulasi untuk mendukung pengembangan inovasi masa depan, termasuk telesurgery berbasis robotik dan teknologi kesehatan buatan dalam negeri.
"Kami tengah membentuk Komite Nasional Robotika Kesehatan serta menyiapkan fondasi bagi pengembangan pusat pelatihan, pelayanan, dan inovasi robotika kesehatan. Pada saat yang sama, kami juga mempersiapkan kerangka regulasi yang mendukung inovasi masa depan, termasuk telesurgery berbasis robotik dan pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri," jelas Yuli.
Pengembangan robotika kesehatan ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, memperkuat kapasitas kesehatan nasional, meningkatkan kualitas pemulihan pasien, serta mendukung kemandirian teknologi kesehatan Indonesia.
Yuli juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan neurorehabilitasi di masa depan.
"Masa depan neurorehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemitraan yang kuat, kita dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memulihkan fungsi, memperoleh kembali kemandirian, dan membangun harapan baru," ujarnya.
Kemenkes berharap inovasi robotika kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membantu pasien pulih lebih baik, kembali produktif, serta memperoleh kembali kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik.
- Penulis :
- Leon Weldrick





