
Pantau - Sejumlah pemudik memanfaatkan perjalanan mudik Lebaran dengan mampir ke Pasar Grosir Batik Setono di Pekalongan untuk membeli oleh-oleh khas batik.
Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu sentra batik nasional sehingga menjadi tujuan belanja bagi pemudik yang melintas jalur Pantura.
Seorang pemudik bernama Voni mengatakan, "Setiap tahun pasti mampir ke sini buat beli oleh-oleh. Sekalian lewat juga."
Ia mengaku biasanya membeli pakaian dalam jumlah banyak untuk keluarga.
"Kalau keluarganya lima orang ya beli lima, kalau sepuluh ya beli sepuluh," ujarnya.
Pemudik lain, Helmi, juga rutin mampir setiap tahun.
"Memang setiap tahun selalu ke sini buat belanja batik," katanya.
Ia menambahkan, "Orang tua saya asli sini, jadi sudah kebiasaan mampir."
Helmi membeli pakaian batik untuk keluarga seperti anak dan mertua.
"Tadi menemani istri, beli kaos untuk anak dan mertua," ujarnya.
Ia menilai batik memiliki nilai budaya sekaligus fleksibel digunakan.
"Batik kan warisan Indonesia, bisa dipakai untuk kerja juga," katanya.
Pedagang menyebut pembeli mayoritas berasal dari luar kota seperti Jakarta, Semarang, dan Kendal.
Produk yang paling diminati adalah daster dengan harga Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.
Siti mengatakan, "Banyak dari luar kota, biasanya mampir buat beli oleh-oleh."
Ia menambahkan, "Yang paling banyak dicari daster."
Suasana pasar saat mudik belum terlalu ramai dibandingkan setelah Lebaran.
Pedagang memperkirakan jumlah pembeli akan meningkat saat arus balik.
"Biasanya nanti setelah Lebaran lebih ramai lagi," ujar Siti.
Pedagang lain menyebut omzet bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari saat kondisi ramai.
"Kalau lagi ramai bisa sampai Rp5 juta," kata Alfina.
- Penulis :
- Gerry Eka







