Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Ahli Ungkap Paparan Gawai Berlebih Hambat Kemampuan Bicara dan Sosialisasi Balita

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ahli Ungkap Paparan Gawai Berlebih Hambat Kemampuan Bicara dan Sosialisasi Balita
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Seorang anak bermain menggunakan gawai. (PIXABAY))

Pantau - Dokter anak Prof. Dr. dr. Rini Sekartini menyatakan paparan gawai berlebihan dapat menghambat kemampuan berbicara dan bersosialisasi pada anak usia balita.

Dampak pada Perkembangan Anak

Pernyataan tersebut disampaikan Guru Besar Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu berdasarkan temuan dalam praktik klinis.

"Yang sering terjadi adanya keterlambatan bicara dan kesulitan sosialisasi dengan teman sebaya," ungkapnya.

Ia menjelaskan masa balita merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa dan interaksi sosial yang membutuhkan stimulasi komunikasi dua arah secara intens.

Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan membuat anak tidak mendapatkan interaksi langsung yang memadai.

"Tidak ada stimulasi dua arah dengan penggunaan gawai. Anak hanya mengulang yang didengar, suara atau kata-katanya," ujarnya.

Risiko Jangka Panjang dan Regulasi Pemerintah

Prof. Rini menambahkan anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung meniru tanpa memahami konteks komunikasi sehingga perkembangan bahasa tidak optimal.

Kondisi tersebut, jika berlangsung lama, dapat berdampak pada kemampuan sosial dan proses belajar anak.

"Ya bisa," ungkapnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut mendukung penerapan PP Tunas yang membatasi akses anak di bawah 16 tahun terhadap platform digital berisiko tinggi.

Pemerintah telah mengatur penonaktifan akun anak pada sejumlah platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan lainnya guna melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.

Penulis :
Aditya Yohan