Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Ahli Bagikan Tips Pulihkan Kesehatan dan Finansial Usai Lebaran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ahli Bagikan Tips Pulihkan Kesehatan dan Finansial Usai Lebaran
Foto: (Sumber: Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia - Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara - Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, AWP®, RFP® - Spesialis Gizi Klinik RSPI - Pondok Indah dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K. (ANTARA/HO-Sequis Life).)

Pantau - Para ahli memberikan kiat untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan finansial masyarakat setelah libur Lebaran yang kerap diwarnai pola makan tidak sehat dan peningkatan pengeluaran.

Spesialis gizi klinik mengingatkan bahwa kondisi tubuh tidak selalu sehat meski terasa baik secara fisik.

"Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang," ujar dr Juwalita Surapsari.

Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama Lebaran berisiko meningkatkan gangguan kesehatan.

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas disebut meningkat pada usia 16 hingga 30 tahun.

Kondisi ini dipicu pola makan tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik.

Masyarakat disarankan kembali menjalani pola hidup sehat dengan melakukan pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.

Prinsip know your numbers menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.

Aktivitas olahraga secara konsisten juga dianjurkan agar menjadi kebutuhan tubuh.

Dari sisi finansial, ketahanan tidak hanya ditentukan oleh besar penghasilan tetapi juga pengelolaan keuangan.

Pengelolaan meliputi pengaturan arus kas, pengendalian utang, serta penyediaan dana darurat.

Setelah Lebaran, tekanan keuangan biasanya meningkat akibat pengeluaran mudik, konsumsi, dan pemberian hadiah.

Kondisi ini perlu diatasi dengan strategi pemulihan keuangan yang terencana.

Masyarakat disarankan menata kembali pos keuangan, terutama yang berpotensi menimbulkan utang konsumtif.

Alokasi ideal meliputi 50 hingga 60 persen untuk kebutuhan rutin serta 10 hingga 20 persen untuk tabungan dan dana darurat.

"Pascalebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga," ujar Yan Ardhianto Handoyo.

Para ahli menekankan bahwa kesehatan dan finansial harus berjalan beriringan untuk mencapai kesejahteraan secara menyeluruh.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti