HOME  ⁄  Lifestyle

Gerakan Dua Jam Tanpa Layar di Surabaya Dinilai Efektif Pulihkan Interaksi Keluarga dan Anak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gerakan Dua Jam Tanpa Layar di Surabaya Dinilai Efektif Pulihkan Interaksi Keluarga dan Anak
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Dua anak yang sedang memainkan gawai. (ANTARA/Pixabay/am.).)

Pantau - Pemerintah Kota Surabaya menerapkan kebijakan dua jam tanpa gawai setiap pukul 18.00–20.00 WIB sebagai upaya melindungi anak dari dampak negatif penggunaan digital berlebihan.

Upaya Tekan Dampak Negatif Gawai

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap paparan konten tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi pada anak.

Program tersebut dirancang sebagai gerakan sosial untuk mengembalikan interaksi keluarga yang mulai tergerus penggunaan gawai.

Pendekatan ini menekankan bahwa pengendalian penggunaan teknologi tidak cukup melalui perangkat, tetapi harus menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

Dampak Positif dan Tantangan Implementasi

Pembatasan gawai terbukti meningkatkan interaksi sosial, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Di sektor pendidikan, suasana belajar menjadi lebih fokus dan komunikasi antara siswa dan guru semakin intens.

Selain itu, aktivitas fisik dan kegiatan komunitas menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital.

Namun, kebijakan ini masih menghadapi tantangan karena tidak semua keluarga siap mengisi waktu tanpa gawai dengan aktivitas yang bermakna.

Program ini juga diiringi pengaturan akses digital berbasis usia, di mana anak di bawah 13 tahun dibatasi hanya pada aplikasi ramah anak dengan pengawasan orang tua.

Langkah tersebut menunjukkan pentingnya kombinasi antara regulasi, edukasi, dan pembiasaan dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Penulis :
Ahmad Yusuf