HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Meluncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok untuk Bantu Masyarakat Lepas dari Adiksi Tembakau

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenkes Meluncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok untuk Bantu Masyarakat Lepas dari Adiksi Tembakau
Foto: Peluncuran kampanye #SehatTanpaRokok di Jakarta, Rabu 3/6/2026 (sumber: Dialogue Communications)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama berbagai mitra strategis meluncurkan kampanye nasional #SehatTanpaRokok untuk membantu masyarakat terbebas dari adiksi rokok melalui edukasi, penguatan kapasitas tenaga medis di puskesmas, dan penyediaan akses Terapi Pengganti Nikotin (Nicotine Replacement Therapy/NRT) yang aman bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kampanye tersebut melibatkan sektor swasta dan organisasi profesi medis guna memperluas upaya berhenti merokok di Indonesia.

"Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, kami menggandeng sektor swasta dan organisasi profesi medis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menerima edukasi bahaya merokok, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat," ungkap Nadia.

Menurut Kemenkes, ketergantungan terhadap tembakau masih menjadi salah satu krisis kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia yang berdampak tidak hanya pada perokok aktif, tetapi juga perokok pasif dan perokok ketiga yang terpapar residu racun rokok pada pakaian, kulit, maupun perabot rumah tangga.

Ancaman Rokok bagi Anak dan Lonjakan Pengguna Vape

Nadia menyoroti ancaman serius paparan asap rokok terhadap anak-anak yang tinggal bersama orang tua perokok.

"Ancaman ini kian nyata bagi anak-anak yang hidup bersama orang tua perokok. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia memicu 740 ribu kematian pada anak di bawah usia 5 tahun secara global setiap tahunnya, dan anak-anak yang berada di lingkungan orang tua perokok memiliki kerentanan jauh lebih tinggi untuk terkena pneumonia akibat asap rokok," kata Nadia.

Berdasarkan data WHO dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia menyebabkan sekitar 740 ribu kematian anak di bawah usia lima tahun setiap tahun di seluruh dunia.

Kemenkes juga menyoroti meningkatnya penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja yang naik hingga 10 kali lipat dari 0,3 persen menjadi 3 persen.

"Realita yang ada mendorong lahirnya kampanye nasional #SehatTanpaRokok yang merupakan inisiatif lanjutan dari Program Upaya Berhenti Merokok untuk Indonesia Sehat yang diamanatkan Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan," ujar Nadia.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Akses Terapi Nikotin

Kampanye #SehatTanpaRokok merupakan kelanjutan dari Program Upaya Berhenti Merokok untuk Indonesia Sehat yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Kolaborasi strategis tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kenvue, Guardian Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Marketing Director Kenvue Indonesia Fika Yolanda menyatakan dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam menekan prevalensi perokok di Indonesia.

"Tujuan utama kami adalah memastikan setiap individu yang memiliki niat untuk berhenti merokok mendapatkan pendampingan yang tepat serta akses terhadap solusi medis yang terbukti secara ilmiah," kata Fika.

Kenvue bekerja sama dengan Guardian untuk memperluas akses masyarakat terhadap Nicorette yang disebut sebagai terapi pengganti nikotin pertama dan satu-satunya yang berstatus farmakoterapi resmi di Indonesia bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok.

Dari sisi pengawasan, BPOM menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan produk terapi yang digunakan masyarakat.

"Perlindungan konsumen adalah prioritas mutlak," tegas Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja.

Melalui kampanye ini, Kemenkes menargetkan peningkatan edukasi bahaya rokok, penguatan layanan pendampingan di puskesmas, perluasan akses NRT, perlindungan anak dari paparan asap rokok, serta pengendalian peningkatan penggunaan vape di kalangan remaja demi mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa