HOME  ⁄  Nasional

Sebanyak 34 Anak Binaan di Jawa Tengah Menerima Remisi Hari Anak Nasional 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sebanyak 34 Anak Binaan di Jawa Tengah Menerima Remisi Hari Anak Nasional 2026
Foto: Arsip foto - Kepala Ditjenpas Jawa Tengah Mardi Santoso saat penyerahan remisi HUT Kemerdekaan RI di Semarang, Minggu 17/8/2025 (sumber: Ditjen Pemasyarakatan Jateng)

Pantau - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Wilayah Jawa Tengah mencatat sebanyak 34 anak binaan memperoleh remisi atau pengurangan masa hukuman dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, sebagaimana disampaikan Kepala Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Wilayah Jawa Tengah, Mardi Santoso, di Semarang, Kamis (23/7/2026).

Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada anak binaan yang menunjukkan perilaku baik serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Sebanyak 34 anak binaan menerima pengurangan masa hukuman dengan besaran antara satu hingga empat bulan.

Remisi sebagai Bentuk Penghargaan Negara

Mardi Santoso menjelaskan bahwa pengurangan masa pidana merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak binaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama mengikuti pembinaan.

Ia mengatakan, "Pengurangan masa pidana merupakan bentuk kepercayaan negara kepada anak binaan yang telah menunjukkan perilaku baik dan kesungguhan mengikuti pembinaan."

Diharapkan Menjadi Motivasi Anak Binaan

Mardi Santoso berharap pemberian remisi tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan, kembali ke tengah masyarakat sebagai generasi yang lebih baik, serta menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa remisi dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 telah memenuhi ketentuan implementasi prinsip keadilan restoratif serta perlindungan hak anak.

Ia mengatakan, “Melalui remisi Hari Anak Nasional 2026, anak binaan diharapkan semakin termotivasi untuk terus berperilaku baik, mengembangkan potensi diri melalui program pembinaan, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab.”

Penulis :
Leon Weldrick