HOME  ⁄  Nasional

Harita Nickel Perkuat Literasi Anak Pulau Obi melalui Rumah Belajar pada Hari Anak Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harita Nickel Perkuat Literasi Anak Pulau Obi melalui Rumah Belajar pada Hari Anak Nasional
Foto: (Sumber :Kegiatan rumah belajar di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. (ANTARA/HO))

Pantau - Harita Nickel memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, melalui pembangunan rumah belajar yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026.

Empat Rumah Belajar Dukung Literasi dan Numerasi Anak

Program yang menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan itu bertujuan menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi, serta menyediakan ruang belajar bagi anak-anak di luar jam sekolah.

Executive Vice President External Relations Harita Nickel Latif Supriadi mengatakan, "Rumah belajar ini merupakan komitmen nyata Harita Nickel dalam mewujudkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat pada pilar pendidikan."

Harita Nickel telah membangun empat rumah belajar, yakni Rumah Belajar Taman Ceria di Desa Kawasi, Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar Cahaya Ilmu di Desa Ocimaloleo, dan Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk yang diresmikan pada 2 Mei 2026.

Kegiatan di rumah belajar meliputi membaca selama 15 menit, pendampingan membaca dan menulis, mendongeng, permainan edukatif, hingga menonton film edukasi.

Program tersebut juga menyediakan buku bacaan, permainan edukatif, guru pendamping, serta makanan ringan bagi peserta.

Hingga saat ini, sebanyak 210 siswa telah mengikuti program rumah belajar tersebut.

Program Diharapkan Tingkatkan Kemampuan Anak

Pengajar Rumah Belajar Taman Ceria Imer Natalia Lumamuly mengatakan siswa yang mengalami ketertinggalan pembelajaran di sekolah diarahkan mengikuti kegiatan di rumah belajar.

Ia mengungkapkan, "Taman Ceria luar biasa untuk perkembangan anak-anak, karena kalau di sekolah siswanya banyak. Tapi kalau di Taman Ceria, jumlah siswanya lebih sedikit, sehingga proses pembelajaran ke siswa bisa lebih terkontrol dengan baik."

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tingkat buta huruf anak usia 5-17 tahun secara nasional mencapai 7,10 persen.

Di Maluku Utara, angka buta huruf anak usia 5-17 tahun tercatat sebesar 7,19 persen atau berada di atas rata-rata nasional.

Penulis :
Aditya Yohan