HOME  ⁄  Nasional

Puan Maharani Menegaskan Anak Indonesia Harus Bebas dari Perundungan pada Hari Anak Nasional 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Puan Maharani Menegaskan Anak Indonesia Harus Bebas dari Perundungan pada Hari Anak Nasional 2026
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato saat menyambut kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya.)

Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan setiap anak Indonesia berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Puan mengatakan seluruh anak Indonesia memiliki hak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup di lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaik tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun tempat kelahiran.

Ia mengatakan, "Semua anak Indonesia berhak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup dalam lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga maupun tempat mereka dilahirkan."

Menurut Puan, Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk melalui kehidupan jutaan anak Indonesia saat ini.

Berbagai Tantangan Masih Dihadapi Anak Indonesia

Puan menyebut berbagai persoalan seperti stunting, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi anak, perundungan, hingga ancaman di ruang digital menunjukkan masih banyak anak yang belum menikmati hak-haknya secara utuh.

Ia mengatakan, "Persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai masalah masing-masing sektor, melainkan sebagai ukuran sejauh mana negara hadir melindungi generasi penerus bangsa."

Puan secara khusus menyoroti tingginya kasus perundungan yang masih terjadi di lingkungan sekolah, kehidupan sosial, hingga ruang digital, baik dalam bentuk verbal maupun psikologis.

Ia menilai perundungan dapat menimbulkan dampak serius, termasuk kasus seorang siswa di Padang yang membuat dan meledakkan bom rakitan setelah menjadi korban perundungan dalam waktu lama.

Ia mengatakan, "Maka masalah perundungan ini harus ditempatkan sebagai persoalan serius dalam tumbuh kembang anak. Dan menjadi tugas serta tanggung jawab kita bersama untuk segera mengatasinya."

Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan Anak

Puan meminta pemerintah bersama satuan pendidikan menyusun strategi atau program khusus untuk mengatasi perundungan di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Ia mengatakan, "Karena terkadang kata-kata melalui media sosial, chat, dan gambar yang dikirim lebih menyakitkan bagi anak-anak yang menjadi korban perundungan. Diperlukan sebuah langkah yang tepat karena bullying terhadap anak di ruang digital sifatnya lebih personal."

Penulis :
Aditya Yohan