HOME  ⁄  Nasional

Menteri PPPA Imbau Penguatan Keluarga untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri PPPA Imbau Penguatan Keluarga untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Foto: (Sumber : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri..)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengimbau masyarakat mempererat hubungan dalam keluarga sebagai langkah utama mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Arifah menyampaikan hasil survei yang dilakukan bersama Forum Anak Nasional di Jawa Tengah menunjukkan masih rendahnya tingkat keterbukaan anak kepada orang tua saat menghadapi masalah.

“Kami pernah melakukan survei bersama Forum Anak Nasional di Jawa Tengah. Dalam waktu satu minggu, lebih dari 20 ribu anak mengisi survei tersebut. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, “Kalau kalian memiliki masalah, kalian akan bercerita kepada siapa?”. Hasilnya, hanya sekitar 20 persen yang menjawab akan bercerita kepada orang tua,” kata Arifah di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Menurut dia, sekitar 80 persen anak lebih memilih berbagi cerita dengan teman dibandingkan dengan keluarganya sendiri.

Rendahnya Komunikasi Jadi Tantangan Keluarga

Arifah menilai hasil survei tersebut menjadi sinyal bahwa terdapat persoalan dalam komunikasi keluarga yang perlu segera diperbaiki.

Banyak anak, kata dia, masih merasa kurang nyaman untuk menyampaikan masalah yang mereka hadapi kepada orang tua.

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat upaya deteksi dini terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak maupun perempuan.

“Penguatan yang paling mendasar harus dimulai dari keluarga. Kita perlu memberikan pemahaman, edukasi, dan literasi yang kuat di lingkungan keluarga agar semua pihak semakin terlindungi,” ujarnya.

Keluarga Jadi Basis Pencegahan Kekerasan

Kementerian PPPA mengangkat tema “Bangkit Bersama Melawan Kekerasan” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan tagline “Kami tidak mau menjadi korban dan tidak mau menjadi pelaku.”

Arifah menegaskan kesadaran untuk menolak kekerasan harus dibangun sejak lingkungan keluarga.

“Basis utama pencegahan kekerasan adalah keluarga. Saat ini, masih banyak orang tua yang tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami kekerasan karena anak tidak berani bercerita kepada orang tuanya,” ungkap Arifah.

Ia berharap keluarga dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak serta perempuan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehingga risiko terjadinya kekerasan dapat dicegah sejak dini.

Penulis :
Ahmad Yusuf