HOME  ⁄  Lifestyle

KPAI Menekankan Pentingnya Literasi Digital untuk Mencegah Risiko Sharenting pada Anak di Ruang Daring

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KPAI Menekankan Pentingnya Literasi Digital untuk Mencegah Risiko Sharenting pada Anak di Ruang Daring
Foto: (Sumber : Ilustrasi - orang tua mendampingi anak mengakses gawai untuk memastikan anak aman di ruang digital. (ANTARA/Pexels/Kindel Media).)

Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan pentingnya literasi digital bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap risiko sharenting yang dapat berdampak pada keamanan anak di ruang digital.

Orang Tua Jadi Benteng Perlindungan

Anggota KPAI Kawiyan menyampaikan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam melindungi anak dari potensi bahaya di dunia daring.

Ia mengungkapkan, "Orang tua adalah benteng pertama perlindungan anak di ruang digital. Literasi digital dan kesadaran akan risiko sharenting menjadi sangat penting agar anak tidak terekspos secara berlebihan di ruang publik digital."

Menurutnya, praktik sharenting yang berlebihan dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap cyber grooming.

Cyber grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis daring melalui pendekatan manipulatif untuk tujuan eksploitasi terhadap anak.

Tantangan dan Ancaman di Ruang Digital

KPAI menilai pencegahan cyber grooming tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia mengungkapkan masih terdapat berbagai tantangan seperti rendahnya literasi digital, kurangnya pengawasan penggunaan gawai, serta minimnya komunikasi antara orang tua dan anak.

Interaksi anak di media sosial tanpa pendampingan juga dinilai memperbesar risiko paparan bahaya digital.

Kawiyan mengatakan bahwa cyber grooming sering berlangsung secara halus dan sulit dikenali sejak awal oleh korban maupun orang tua.

Kondisi ini dinilai sebagai ancaman serius yang dapat memengaruhi keselamatan, kesehatan mental, dan masa depan anak.

KPAI mendorong penguatan literasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai langkah pencegahan bersama.

Penulis :
Aditya Yohan