HOME  ⁄  Lifestyle

Berbagi Earphone Bisa Picu Infeksi Telinga, Dokter Ungkap Risiko dan Cara Aman

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Berbagi Earphone Bisa Picu Infeksi Telinga, Dokter Ungkap Risiko dan Cara Aman
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Seseorang mendengarkan musik melalui earphone. (ANTARA/Pexels.).)

Pantau - Kebiasaan berbagi earphone dengan teman atau pasangan ternyata berisiko mengganggu kesehatan telinga karena dapat memicu infeksi akibat perpindahan bakteri dan jamur.

Dokter spesialis THT dari Fortis Greater Noida, Dr. Anil Kumar Rai, mengatakan penggunaan earbud secara bergantian memungkinkan kontaminan masuk ke dalam saluran telinga.

“Saluran telinga berfungsi sebagai ekosistem mikro sebagai ruang yang terlindungi tetapi kotoran eksternal, bakteri, dan jamur ketika masuk ke ruang ini, dapat menciptakan ketidakseimbangan. Dalam praktik klinis, hal ini sering terlihat,” ungkapnya.

Risiko Infeksi dan Gangguan Telinga

Ia menjelaskan sejumlah gangguan yang bisa muncul akibat berbagi earphone, seperti otomikosis yang ditandai gatal hebat dan serpihan jamur, hingga infeksi bakteri yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan keluarnya cairan.

Selain itu, pengguna juga berisiko mengalami dermatitis kontak akibat reaksi alergi, hingga furunkulosis atau infeksi lokal yang menyakitkan.

Dalam kasus tertentu, infeksi bahkan dapat menyebar dan menyebabkan selulitis di area sekitar telinga.

Dr. Rai juga mengungkapkan pernah menemukan kasus dua orang yang berbagi earbud saat berolahraga mengalami infeksi jamur secara bersamaan, menunjukkan mudahnya mikroba berpindah.

Tips Aman Penggunaan Earphone

Dokter menyarankan untuk tidak berbagi earphone demi menjaga kebersihan dan mencegah masuknya bakteri atau benda asing ke telinga.

Jika terpaksa berbagi, earphone sebaiknya dibersihkan menggunakan tisu beralkohol 70 persen sebelum dan sesudah digunakan.

Pengguna juga dianjurkan memakai penutup silikon yang bisa dilepas dan diganti secara berkala.

“Hindari berbagi eraphone jika salah satu atau keduanya mengalami gatal, keluar cairan atau nyeri pada telinga,” jelasnya.

Ia juga menyarankan menjaga telinga tetap kering serta mempertimbangkan penggunaan headphone jenis over-ear yang lebih aman dibandingkan in-ear.

Penulis :
Ahmad Yusuf